Kesehatan

10 Ungkapan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menyapa Orang yang Berduka

Menghadapi kehilangan orang tercinta adalah pengalaman yang sangat emosional. Dalam situasi ini, dukungan dari orang-orang terdekat sangat penting, tetapi beberapa ungkapan yang diucapkan bisa jadi ti...

D
Danendra Surya
02 November 2026 3 pembaca
Ilustrasi berduka.(Dok. Freepik/Freepik)
Ilustrasi berduka.(Dok. Freepik/Freepik)

Kehilangan orang yang dicintai adalah momen yang penuh emosi dan sulit untuk dilalui. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran dan dukungan dari orang-orang terdekat bisa sangat membantu seseorang dalam menghadapi masa berduka. Namun, keinginan untuk menghibur sering kali membuat orang mengucapkan kalimat yang kurang tepat. Meskipun niatnya baik, beberapa ungkapan bisa membuat orang yang berduka merasa bahwa kesedihannya tidak dipahami atau dianggap berlebihan. Rebecca Feinglos, seorang pakar dukungan kedukaan bersertifikat, menjelaskan bahwa sering kali orang mengucapkan hal-hal yang tidak tepat karena ingin merasa lebih nyaman dengan kesedihan orang lain. Namun, menurut Feinglos, kedukaan bukanlah sesuatu yang seharusnya membuat orang di sekitarnya merasa nyaman.

Ungkapan yang Harus Dihindari

Menurut Verywell Mind, berikut adalah sepuluh kalimat yang sebaiknya dihindari saat berbicara dengan seseorang yang sedang berduka:

1. "Semua ini pasti ada alasannya." Meskipun kalimat ini mungkin dimaksudkan untuk membantu seseorang menerima kehilangan, bagi orang yang berduka, ungkapan ini bisa membuat rasa sakitnya seolah-olah harus diterima dengan alasan yang jelas. Tidak semua kehilangan bisa dipahami atau memiliki penjelasan yang memuaskan.

2. "Ini sudah menjadi kehendak Tuhan." Ungkapan ini mungkin terasa menghibur bagi sebagian orang, tetapi tidak semua orang memiliki pandangan spiritual yang sama saat menghadapi kehilangan. Aimee Daramus, PsyD, seorang psikolog klinis, menyarankan agar kita tidak memaksakan keyakinan pribadi tentang kematian kepada orang yang berduka.

3. "Aku tahu persis bagaimana perasaanmu." Meskipun seseorang mungkin pernah mengalami kehilangan yang serupa, itu tidak berarti mereka sepenuhnya memahami perasaan orang lain. Setiap orang memiliki hubungan dan cara menghadapi kedukaan yang berbeda, sehingga membandingkan pengalaman bisa membuat orang yang berduka merasa tidak dipahami.

4. "Setidaknya kamu sudah punya waktu untuk bersiap." Kalimat ini sering diucapkan ketika seseorang kehilangan anggota keluarga setelah lama sakit. Namun, mengetahui bahwa kehilangan akan terjadi tidak menjamin seseorang siap secara emosional untuk menghadapinya.

5. "Dia sekarang sudah berada di tempat yang lebih baik." Meskipun ucapan ini sesuai dengan keyakinan sebagian orang, bagi yang sedang berduka, hal terpenting mungkin adalah keinginan agar orang yang telah meninggal masih ada di samping mereka.

6. "Setidaknya dia sudah berumur panjang." Usia seseorang tidak selalu mencerminkan seberapa besar rasa kehilangan yang dirasakan oleh keluarga atau orang terdekat. Kehilangan tetap menyakitkan, terlepas dari berapa lama seseorang telah hidup.

7. "Kamu masih punya keluarga yang lain." Ungkapan ini dapat membuat seseorang merasa kehilangan yang dialaminya dibandingkan dengan keberadaan anggota keluarga lainnya. Setiap hubungan memiliki makna tersendiri dan tidak bisa digantikan begitu saja.

8. "Kamu harus kuat." Orang yang berduka tidak selalu harus menunjukkan ketegaran. Mereka juga membutuhkan ruang untuk menangis dan mengungkapkan kesedihan. Meminta seseorang untuk selalu kuat justru dapat memberikan tekanan tambahan saat mereka berusaha menerima kehilangan.

9. "Kamu harus segera melanjutkan hidup." Proses kedukaan tidak memiliki batas waktu yang sama untuk setiap orang. Beberapa orang mungkin merasa lebih baik dalam waktu singkat, sementara yang lain memerlukan waktu lebih lama. Oleh karena itu, penting untuk tidak mendesak seseorang untuk segera melupakan kehilangan mereka.

10. "Fokus saja pada kenangan indah." Mengingat kenangan bersama orang yang telah meninggal bisa memberikan penghiburan, tetapi di awal kedukaan, kenangan tersebut justru dapat mempertegas rasa kehilangan yang dialami. Sebaiknya, biarkan orang yang berduka menentukan kapan mereka ingin mengenang orang terkasihnya.

Cara Mendukung dengan Tepat

Alih-alih mencari kalimat yang sempurna, Feinglos menyarankan agar kita hadir dan mendengarkan tanpa terburu-buru memberikan nasihat. Ungkapan sederhana seperti "Aku turut berduka cita," "Aku tidak tahu harus berkata apa, tetapi aku ada di sini," atau "Apa ada yang bisa kubantu?" dapat menjadi bentuk dukungan yang lebih tulus. Selain itu, penting untuk tidak hanya memberikan perhatian pada hari-hari awal setelah kehilangan. Teruslah menghubungi dan menanyakan kabar dalam beberapa minggu atau bulan berikutnya, karena proses berduka tidak memiliki tenggat waktu. Terkadang, hal yang paling berarti yang bisa kita lakukan untuk seseorang yang berduka adalah membuat mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi kesedihan.

Artikel Terkait