Kesehatan

Keberagaman Warna Kecantikan: Setiap Shade Memiliki Cerita Unik

Brand kecantikan asal Korea, Laka, meluncurkan ratusan shade lipstik di Indonesia untuk merayakan keunikan setiap individu dalam mengekspresikan diri.

T
Theresia Agatha Lestari
04 May 2026 12 pembaca
Keberagaman Warna Kecantikan: Setiap Shade Memiliki Cerita Unik
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

KOMPAS.com - Tren makeup terus mengalami perkembangan, namun satu hal yang tetap adalah setiap orang memiliki warna yang berbeda, yang menjadikan mereka unik. Brand kecantikan dari Korea, Laka, hadir dengan ratusan shade lipstik untuk memenuhi kebutuhan ini, memungkinkan setiap individu mengekspresikan diri dengan warna yang sesuai. Laka memandang warna bukan sekadar pilihan estetika, melainkan sebagai bahasa personal yang dimiliki setiap orang. Dengan demikian, brand ini menawarkan spektrum shade yang luas untuk merayakan perbedaan.

Dalam kemitraan eksklusif dengan Sociolla, Laka resmi memasuki pasar Indonesia dengan filosofi bahwa makeup adalah sarana ekspresi diri yang bebas, autentik, dan inklusif. Menurut Yeojin Son, Direktur Divisi Bisnis Global Laka, Indonesia merupakan pasar kecantikan yang dinamis dan terus berkembang. Ia berharap kehadiran Laka di Indonesia dapat menjadi bagian dari perjalanan individu dalam mengekspresikan keunikan mereka.

“Setelah delapan tahun membangun brand secara global, kami melihat Indonesia sebagai pasar yang sejalan dengan nilai yang kami usung, di mana semakin banyak individu menjadikan makeup sebagai medium ekspresi diri,” ungkap Yeojin dalam acara Grand Launch of Laka di Central Park, Jakarta, baru-baru ini. Nama Laka diambil dari singkatan “Love And Kind Artistry,” yang mencerminkan tiga nilai utama: Love (menghargai diri dan orang lain), Kind (bersikap inklusif dan merayakan keberagaman), serta Artistry (mengekspresikan kreativitas). Nilai-nilai ini menjadi dasar dalam setiap produk Laka, yang dirancang untuk tidak hanya mempercantik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengguna untuk menemukan gaya personal mereka.

Tagline “Every Shade, Every Story” mencerminkan bagaimana Laka menyediakan beragam shade untuk mendukung setiap individu dalam mengekspresikan cerita, mood, dan kepribadian mereka secara autentik. Yeojin menjelaskan bahwa banyaknya shade yang ditawarkan merupakan penekanan pada keberagaman. Ia menambahkan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan warna yang berbeda, sehingga variasi shade menjadi sangat penting. “Kami menyediakan banyak sekali pilihan warna, agar setiap orang bisa menemukan identitasnya melalui makeup,” jelasnya.

Laka tidak hanya unggul dalam pilihan warna, tetapi juga dalam pengembangan formulasi produk yang kompleks. Setiap produk lip Laka memiliki komposisi yang berbeda, dengan sekitar 400 bahan baku yang digunakan. “Jika ingin melihat informasi lebih lengkap, konsumen bisa melihat detail bahan pada kemasan masing-masing produk,” tambahnya. Di Indonesia, Laka telah meluncurkan produk unggulannya yang kini tersedia di seluruh ekosistem omnichannel Sociolla. Beberapa produk tersebut termasuk Fruity Glam Tint yang memberikan hasil akhir glossy dan tahan lama hingga 8 jam, serta Devil Lip yang menawarkan warna bold dengan pigmentasi tinggi.

Menurut Chrisanti Indiana, Co-founder & CMO Social Bella Indonesia, kehadiran Laka di Indonesia datang pada waktu yang tepat. Data dari Sociolla menunjukkan pertumbuhan yang konsisten untuk kategori lip product, yang diperkirakan tumbuh sebesar 32% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh tingginya minat konsumen terhadap produk dengan tekstur ringan dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Preferensi ini tercermin dari dominasi lip tint yang berkontribusi lebih dari 50% terhadap pembelian lip makeup.

“Beauty industry saat ini dilihat konsumen sebagai alat untuk mengekspresikan diri. Makeup bukan hanya sekadar produk, tetapi juga bisa membantu mengekspresikan diri dan merepresentasikan identitas,” ungkap Chrisanti. Ia berharap kehadiran Laka dapat memperkaya pilihan produk kecantikan yang inovatif dan mendorong lebih banyak individu untuk percaya diri dalam mengeksplorasi gaya mereka.

Artikel Terkait