Peragaan busana yang berlangsung di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 menjadi ajang kolaborasi antara desainer asal Australia dan Indonesia untuk memamerkan karya-karya mereka serta berbagi inspirasi. Tiga merek yang berpartisipasi dalam acara tersebut adalah SHIYO dari Australia, serta ANW dan Studio Jeje dari Indonesia. Salah satu koleksi yang mencuri perhatian adalah 'BUKETAN' karya Angelita Nurhadi dari Studio Jeje, yang menggabungkan keindahan busana Peranakan dengan motif bunga khas Australia.
Penghargaan untuk Karya Angelita
Pada acara tersebut, Nicola Campion, Penjabat Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, memberikan apresiasi terhadap karakteristik karya Angelita yang menonjolkan kekayaan tekstil dan teknik kerajinan Indonesia. "Karya Angelita terinspirasi dari tekstil tradisional Indonesia dan teknik bordir," ungkapnya sebelum dimulainya peragaan Australia-Indonesia Creative Exchange Showcase yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia bersama JFW di City Hall, Pondok Indah Mall 3, pada Minggu, 1 November 2026.
Inspirasi dari Flora Australia
Angelita bersama Astrid Nadya dari ANW sebelumnya telah mengunjungi Australia untuk mengikuti program pertukaran kreatif dan berpartisipasi dalam Melbourne Fashion Festival. Selama kunjungan itu, Angelita menyempatkan diri untuk mengunjungi kebun botani. Pengalaman melihat berbagai jenis flora di sana sangat mengesankan baginya. "Jadi pas kita ke Botanical Garden itu, si bunganya beda banget sama kita. Karena kan kita tropis, kalau mereka di bawah gitu ya. Itu (bunga-nya) kayak lebih banyak benang-benang sarinya. Terus bentuknya kayak alien gitu, lucu banget," jelas Angelita dalam konferensi pers yang berlangsung pada hari yang sama.
Angelita menyadari bahwa bunga-bunga Australia memiliki bentuk dan karakter yang berbeda dibandingkan dengan bunga yang biasa ditemukan di Indonesia. Pengamatan ini kemudian menjadi sumber inspirasi untuk mengeksplorasi motif dalam koleksi terbarunya.
Koleksi BUKETAN yang Menawan
Koleksi BUKETAN dari Studio Jeje yang ditampilkan dalam Australia - Indonesia Creative Exchange Showcase di JFW menonjolkan kebaya encim sebagai salah satu inspirasi utama. Angelita menjelaskan, "Buat kali ini, nanti ada 15 looks. Untuk tampilannya, aku terinspirasi dari kebaya-kebayaan encim. Tapi nanti di-Jeje-fikasi gitu ya. Sama kita bikin batik tulis. Batik tulisnya dan kebayanya, nanti motifnya sih bunga-bunga Australia itu."
Dalam proses penciptaan koleksi ini, Studio Jeje juga berkolaborasi dengan beberapa merek seperti EPA Jewel, Batik Rose Three, Lucki Ayu, dan Of Earth Wind and Water. Berdasarkan pantauan, koleksi ini menampilkan kombinasi kain bermotif batik, bordir, dan aplikasi bunga. Beberapa busana memadukan atasan bergaya kebaya dengan kain panjang bermotif, sementara yang lain menggunakan luaran berpotongan panjang yang dihiasi sulaman. Warna-warna seperti merah, putih, biru tua, dan hijau zaitun turut mempercantik koleksi tersebut.
Salah satu tampilan yang menarik adalah busana hijau zaitun dengan lapisan kain transparan dan aplikasi bunga merah muda di bagian dada hingga pinggang. Detail floral juga terlihat pada busana putih dengan sulaman bunga berwarna biru dan hijau, serta luaran biru tua yang dihiasi bordir bunga yang dipadukan dengan kain bermotif batik bernuansa merah. Melalui koleksi BUKETAN, Angelita berhasil membawa inspirasi flora Australia ke dalam eksplorasi busana Peranakan Indonesia.