Lifestyle

Keamanan Penggunaan Bidet untuk Kebersihan Area Intim

Bidet semakin populer sebagai alat untuk membersihkan area intim, namun banyak perempuan yang masih mempertanyakan keamanannya. Seorang dokter menjelaskan bahwa penggunaan bidet yang tepat dapat membe...

M
Maria Gabriella
11 July 2026 68 pembaca
Keamanan Penggunaan Bidet untuk Kebersihan Area Intim
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Bidet kini semakin banyak dipilih untuk membersihkan area intim karena dianggap lebih lembut dan nyaman dibandingkan metode lain. Namun, masih ada keraguan di kalangan perempuan mengenai keamanan semprotan air dari bidet untuk kesehatan area intim mereka. Menurut Dr. Chetna Jain, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Cloudnine Group of Hospitals, penggunaan bidet sebenarnya aman asalkan dilakukan dengan cara yang benar.

Pemahaman tentang Penggunaan Bidet

Dr. Jain menjelaskan bahwa area intim memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri dan menjaga keseimbangan bakteri baik serta pH asam secara alami. "Bidet dapat membantu membersihkan area genital bagian luar atau vulva tanpa menimbulkan gesekan maupun iritasi akibat terlalu sering mengelap," ujarnya.

Namun, penggunaan bidet yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko gangguan pada area intim. Dr. Jain menekankan bahwa bidet sebaiknya digunakan untuk membersihkan bagian luar organ intim, bukan bagian dalam. Membersihkan bagian dalam area intim secara rutin atau melakukan douching dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik yang melindungi area tersebut dari infeksi. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Obstetrics and Gynecology Research pada tahun 2010 menunjukkan bahwa penggunaan bidet air hangat secara rutin dapat mengurangi jumlah bakteri pelindung Lactobacillus, yang berfungsi untuk melindungi area intim.

Manfaat dan Risiko Penggunaan Bidet

Walaupun ada risiko jika digunakan secara berlebihan, bidet juga menawarkan sejumlah manfaat ketika digunakan sesuai anjuran. Dr. Jain menyatakan bahwa bidet dapat memberikan kenyamanan bagi perempuan yang sedang menstruasi, hamil, dalam masa nifas, atau memiliki kulit sensitif yang rentan terhadap iritasi akibat penggunaan tisu toilet. "Jika digunakan dengan benar, bidet bahkan dapat mengurangi iritasi dan meningkatkan kenyamanan bagi banyak perempuan," tambahnya.

Kebersihan bidet juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Hospital Infection pada tahun 2017 menemukan bahwa sekitar 87 persen nosel bidet bersama di rumah sakit terkontaminasi bakteri, termasuk Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Oleh karena itu, Dr. Jain menyarankan agar pengguna memilih tekanan air yang lembut, menggunakan air bersih dengan suhu yang nyaman, serta rutin membersihkan nosel bidet untuk mencegah kontaminasi bakteri. Ia juga mengingatkan agar penggunaan bidet tidak dilakukan terlalu sering untuk membilas bagian dalam area intim.

Jika pengguna mengalami keluhan seperti keputihan tidak normal, gatal, rasa terbakar, atau iritasi yang semakin parah setelah menggunakan bidet, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Dengan penggunaan yang tepat, bidet dapat menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kebersihan area intim tanpa mengganggu keseimbangan alami. Namun, menjaga kebersihan alat dan tidak menggunakan secara berlebihan tetap menjadi kunci untuk melindungi kesehatan organ reproduksi perempuan.

Artikel Terkait