Jakarta - Micron, sebagai salah satu produsen memori terkemuka, mencatatkan keuntungan yang melimpah seiring dengan perkembangan pesat bisnis infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Dalam kesempatan ini, karyawan perusahaan juga akan mendapatkan bonus yang sangat menggiurkan.
Micron mengungkapkan bahwa pembagian bonus kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah perusahaan. Lebih dari 60.000 karyawan di seluruh dunia akan menerima bonus untuk tahun fiskal 2026, yang dianggap sebagai tahun luar biasa bagi perusahaan tersebut.
Bonus Besar untuk Karyawan di Taiwan
Micron mengumumkan bahwa karyawan mereka di Taiwan akan menerima bonus yang setara dengan gaji selama 35 hingga 68 bulan untuk tahun fiskal 2026. Bonus minimum yang akan diterima adalah sebesar 1,7 juta dolar Taiwan, yang setara dengan sekitar Rp 943 juta, ditambah dengan imbalan saham.
Bagi insinyur pemula, rata-rata bonus yang diterima mencapai 3,4 juta dolar Taiwan (sekitar Rp 1,9 miliar), yang terdiri dari kompensasi rata-rata sebesar 2,9 juta dolar Taiwan dalam bentuk uang tunai dan sisanya dalam bentuk saham.
Negosiasi dengan Serikat Pekerja
Pengumuman bonus ini juga merupakan bagian dari upaya Micron untuk bernegosiasi dengan serikat pekerja yang sebelumnya mengancam akan melakukan mogok kerja jika perusahaan tidak membagikan keuntungan yang didapat dari lonjakan bisnis memori kepada karyawan. Sebelum pengumuman ini, serikat pekerja Micron menuntut bonus dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan sekaligus, setara dengan gaji pokok karyawan selama tujuh tahun, yang mencapai rata-rata USD 170.000 per karyawan.
Serikat pekerja juga meminta agar perusahaan mengalokasikan sebagian dari keuntungannya untuk dibagikan kepada seluruh staf global dalam bentuk bonus di masa mendatang. Permintaan ini muncul di tengah diskusi global mengenai siapa yang berhak atas keuntungan dari lonjakan laba perusahaan, yang diuntungkan oleh investasi besar-besaran dalam pusat data dan infrastruktur AI lainnya.
Perusahaan-perusahaan seperti Samsung dan SK Hynix, yang merupakan pesaing Micron dari Korea Selatan, telah menjanjikan bagi hasil kepada karyawan dalam bentuk bonus. TSMC juga berkomitmen untuk meningkatkan alokasi dana bagi hasil kepada karyawan sebesar 30% lebih besar.
Micron mempekerjakan sekitar 15.000 orang di Taiwan, yang merupakan salah satu pusat manufaktur utama mereka. Bersama dengan Samsung dan SK Hynix, Micron merupakan salah satu produsen memori terbesar di dunia yang memproduksi chip berkecepatan tinggi yang sangat dibutuhkan untuk infrastruktur AI.
Perusahaan asal Amerika Serikat ini melaporkan peningkatan laba bersih yang mencapai 15 kali lipat pada kuartal ketiga tahun 2026, sementara nilai sahamnya melonjak lebih dari 500% dalam setahun terakhir.