Kesehatan

Kapan Double Cleansing Justru Menjadi Berlebihan bagi Kulit?

Double cleansing merupakan metode pembersihan wajah yang populer, namun tidak selalu diperlukan untuk semua jenis kulit. Penting untuk memahami kapan metode ini sebaiknya diterapkan dan kapan bisa men...

D
Danendra Surya
23 August 2026 64 pembaca
Kapan Double Cleansing Justru Menjadi Berlebihan bagi Kulit?
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Double cleansing, yang berarti membersihkan wajah dengan dua jenis pembersih berbeda, telah menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit yang umum, terutama di malam hari. Metode ini biasanya dimulai dengan pembersih berbahan dasar minyak atau balm, diikuti dengan pembersih berbahan dasar air. Tujuan utama dari teknik ini adalah untuk mengangkat sisa-sisa sunscreen, makeup, dan produk lain yang menempel pada kulit. Namun, semakin sering wajah dibersihkan tidak selalu berarti hasil yang lebih baik.

Menentukan Kebutuhan Double Cleansing

Menurut dermatolog asal New York, Julie Russak, penggunaan double cleansing bergantung pada kebiasaan individu, khususnya dalam penggunaan sunscreen dan makeup. Proses ini dapat bermanfaat ketika seseorang menggunakan produk yang sulit dihilangkan hanya dengan satu kali pencucian, seperti sunscreen atau makeup yang tahan air. Pembersih berbahan dasar minyak atau balm dapat digunakan terlebih dahulu untuk melarutkan produk-produk tersebut, sebelum dilanjutkan dengan pembersih berbahan dasar gel untuk mengangkat kotoran yang tersisa.

Minyak pembersih sangat efektif untuk produk yang bersifat tahan air karena dapat melarutkan zat berbasis minyak. Setelah diaplikasikan pada kulit yang kering, pembersih ini dapat diemulsikan dengan air sebelum dibilas. Menariknya, pembersih berbahan dasar minyak tidak selalu menjadi pilihan yang buruk bagi pemilik kulit berminyak, karena produk nonkomedogenik dapat digunakan pada berbagai jenis kulit, termasuk yang rentan berjerawat.

Double Cleansing Tidak Selalu Diperlukan

Meski double cleansing bisa bermanfaat, tidak semua orang memerlukan metode ini. Russak menjelaskan bahwa individu dengan kulit muda yang hanya menggunakan sedikit produk perawatan kulit tidak perlu melakukan pembersihan wajah dalam dua tahap. Demikian pula, mereka yang memiliki kulit kering di masa menopause umumnya dapat menggunakan pembersih berbahan dasar susu. Dengan kata lain, kebutuhan spesifik kulit harus menjadi pertimbangan utama sebelum menambah langkah dalam rutinitas perawatan wajah.

Jumlah tahapan dalam perawatan kulit tidak selalu berbanding lurus dengan hasil yang lebih baik. Dermatolog Danny Guo menekankan bahwa pemilihan pembersih harus disesuaikan dengan kondisi kulit, bukan hanya berdasarkan tekstur produk. Misalnya, kulit kering dan dehidrasi lebih cocok dengan pembersih berbentuk krim atau minyak, sementara formula gel lebih ideal untuk kulit berminyak. Namun, pembagian ini tidak bersifat mutlak.

Risiko Over-Cleansing

Melakukan pembersihan wajah secara berlebihan dapat menimbulkan masalah, bukan memperbaiki kondisi kulit. Russak menyebutkan bahwa over-cleansing adalah masalah nyata yang sering kali tidak disadari, karena banyak orang tidak mengaitkan keluhan kulit mereka dengan kebiasaan membersihkan wajah. Tanda-tanda yang muncul antara lain kulit terasa kencang, semakin sensitif, serta meningkatnya jerawat meski wajah dibersihkan lebih sering.

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang terlalu mengejar sensasi kulit yang bersih setelah mencuci wajah. Russak mengingatkan bahwa sensasi kulit yang kencang dan "kesat" setelah mencuci tidak selalu menunjukkan bahwa pembersihan telah dilakukan dengan baik. Penggunaan pembersih berbahan gel yang mengandung banyak sulfat dua kali sehari, terutama dengan air panas, dapat berisiko merusak lapisan pelindung kulit.

Oleh karena itu, double cleansing sebaiknya diterapkan sesuai kebutuhan, bukan sebagai kewajiban dalam setiap rutinitas perawatan kulit. Jika seseorang hanya menggunakan sedikit produk dan tidak banyak terpapar makeup atau sunscreen yang sulit dibersihkan, satu kali pembersihan dengan produk yang tepat mungkin sudah cukup. Sebaliknya, bagi mereka yang rutin menggunakan sunscreen atau makeup, terutama yang tahan air, melakukan dua tahap pembersihan dapat membantu memastikan semua sisa produk terangkat. Pada akhirnya, rutinitas pembersihan wajah tidak perlu diperpanjang hanya untuk mendapatkan sensasi kulit yang benar-benar bersih. Jika kulit mulai terasa kencang, sensitif, atau semakin bermasalah setelah sering dibersihkan, mungkin yang dibutuhkan adalah mengurangi langkah-langkah yang tidak diperlukan.

Artikel Terkait