Berjalan adalah salah satu bentuk latihan kardio yang sangat baik untuk meningkatkan kesehatan jantung serta membakar kalori. Aktivitas ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik untuk keperluan belanja maupun sebagai upaya untuk menerapkan gaya hidup sehat. Banyak orang memilih berjalan sebagai metode untuk menurunkan berat badan karena bisa dilakukan tanpa harus pergi ke gym dan tidak memerlukan biaya tambahan.
Namun, efektivitas berjalan dalam menurunkan berat badan sering kali dipertanyakan, terutama mengenai seberapa jauh atau seberapa cepat seseorang harus berjalan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Para ahli memiliki pandangan yang berbeda tentang mana yang lebih baik, berjalan lebih jauh atau lebih cepat.
Berjalan Lebih Lambat tapi Lebih Jauh
Menurut Women’s Health, berjalan dengan kecepatan lebih lambat namun dalam waktu yang lebih lama, seperti 4,8 kilometer per jam selama satu jam, dapat menghasilkan penurunan lemak yang lebih signifikan pada wanita pascamenopause. Dokter ortopedi dan olahraga, Lauren Hannon Redler, MD, menjelaskan bahwa berjalan dengan kecepatan lambat namun lebih jauh dapat menjaga tubuh tetap berada di zona kardio 2. Zona ini merupakan tingkat latihan dengan intensitas ringan hingga sedang, yaitu sekitar 60 hingga 70 persen dari detak jantung maksimal. Rachelle Reed, PhD, seorang ilmuwan olahraga dari Athens, menambahkan bahwa dalam zona kardio 2, tubuh cenderung menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, meskipun ini tidak menjamin penurunan lemak secara otomatis.
Berjalan Lebih Cepat tapi Lebih Dekat
Di sisi lain, Johanna Contreras, MD, seorang ahli jantung di Mount Sinai Fuster Heart Hospital, menyatakan bahwa berjalan dengan kecepatan lebih tinggi dapat membakar lebih banyak kalori karena merupakan bentuk latihan yang lebih intensif. “Jika seseorang ingin menurunkan berat badan, mereka harus mempertimbangkan untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik mereka,” ujarnya. Menurutnya, fokus sebaiknya lebih kepada tujuan penurunan berat badan, bukan pada sumber energi yang digunakan, apakah dari lemak atau glukosa. Walaupun berjalan cepat, tubuh masih mungkin tetap berada di zona kardio 2.
Dalam kenyataannya, penurunan berat badan tidak hanya ditentukan oleh seberapa jauh atau seberapa cepat seseorang berjalan. Ada banyak faktor lain yang memengaruhi penurunan berat badan, di luar pilihan olahraga yang dilakukan. Menurut National Institutes of Health, setidaknya ada tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap berat badan: genetik, nutrisi, dan lingkungan.
Genetik yang diturunkan dari orang tua dapat memengaruhi berat badan. Variasi gen seperti FTO dan MC4R berhubungan erat dengan risiko obesitas dan pengaturan nafsu makan. Selain itu, pola makan yang baik sangat penting, karena asupan energi yang berlebih dapat disimpan sebagai lemak. Akses terhadap makanan bergizi juga menjadi tantangan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Lingkungan tempat tinggal dan bekerja juga berperan penting dalam menentukan berat badan. Lingkungan yang kurang mendukung aktivitas fisik, seperti minimnya fasilitas pejalan kaki, dapat menyulitkan seseorang untuk tetap aktif.
Berjalan lebih lambat dalam waktu yang lebih lama pada akhirnya dapat memberikan hasil yang setara dengan berjalan lebih cepat dalam waktu yang lebih singkat. Johanna menyatakan bahwa meskipun berjalan lebih jauh dan lebih cepat adalah ideal, tidak semua orang memiliki energi untuk melakukannya secara bersamaan. “Semua bentuk aktivitas berjalan itu penting,” ujarnya. Oleh karena itu, pilihlah metode yang paling nyaman agar dapat menjaga konsistensi dalam berolahraga dan merasakan manfaat kesehatan serta penurunan berat badan yang diinginkan.