Setelah menjalani prosedur chemical peeling, pasien disarankan untuk tidak langsung melakukan olahraga. Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dari Bamed, dr. Khalishaturrahmi Nasution, Sp.D.V.E, menjelaskan bahwa aktivitas fisik perlu ditunda untuk sementara waktu, baik untuk area wajah maupun tubuh.
Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kulit
Menurut dr. Khalishaturrahmi, ada beberapa faktor dari olahraga yang dapat berdampak negatif pada kondisi kulit setelah prosedur chemical peeling. Faktor-faktor tersebut meliputi suhu lingkungan dan peningkatan produksi keringat. Dia menekankan pentingnya memberikan perlindungan ekstra bagi kulit yang baru saja menjalani perawatan.
“Setelah chemical peeling, baik di wajah maupun tubuh, salah satu anjurannya adalah menunda olahraga, baik yang dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Hal ini dapat memengaruhi hasil dan kondisi kulit pasien,” ungkapnya dalam seminar media Bamed Healthcare di Jakarta Selatan.
Selama berolahraga, suhu tubuh akan meningkat baik karena lingkungan maupun aktivitas fisik itu sendiri. Kondisi ini bisa memperlambat proses pemulihan kulit yang sedang mengalami regenerasi setelah peeling.
Risiko Iritasi dan Efek Samping
Selain suhu, peningkatan keringat saat berolahraga juga menjadi perhatian utama. Kulit yang baru menjalani chemical peeling lebih rentan terhadap iritasi jika terpapar keringat berlebih atau berada di lingkungan yang panas dan lembab. “Saat berolahraga, penting untuk memperhatikan suhu ruangan jika berolahraga di dalam ruangan dan paparan sinar matahari jika berolahraga di luar,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa jenis olahraga indoor yang dilakukan dalam suhu tinggi, seperti hot yoga atau hot mat pilates, sebaiknya dihindari setelah tindakan chemical peeling. “Olahraga indoor dengan suhu tinggi, seperti hot mat pilates, tidak disarankan setelah chemical peeling,” tambahnya.
Menurut dr. Khalishaturrahmi, memaksakan diri untuk berolahraga setelah chemical peeling dapat menyebabkan berbagai efek samping pada kulit. Salah satu efek yang paling umum adalah kemerahan yang bertahan lebih lama dari biasanya. Selain itu, ada risiko perubahan warna kulit yang tidak diinginkan, seperti hiperpigmentasi atau kulit menjadi lebih gelap. “Akan ada risiko efek samping, misalnya kemerahan kulit yang lebih lama. Bisa juga terjadi efek samping seperti hiperpigmentasi,” jelasnya.
Oleh karena itu, penting untuk memberikan waktu bagi kulit untuk pulih secara optimal sebelum kembali ke rutinitas olahraga. “Sebaiknya ditunda dulu olahraganya beberapa hari, terutama untuk chemical peeling di area tubuh seperti ketiak, bikini line, dan punggung,” pungkasnya. Dengan memahami risiko ini, diharapkan pasien dapat lebih disiplin dalam merawat kulit pasca prosedur agar hasil chemical peeling tetap optimal dan komplikasi dapat dihindari.