Kesehatan

Hati-hati, Olahraga Ekstrem Tanpa Persiapan Bisa Berisiko pada Kesuburan

Tren olahraga ekstrem yang sedang naik daun dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan, terutama bagi kesuburan pria dan wanita, jika dilakukan tanpa persiapan yang memadai.

A
Aisyah Nur Hidayah
30 July 2026 60 pembaca
Hati-hati, Olahraga Ekstrem Tanpa Persiapan Bisa Berisiko pada Kesuburan
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

TANGERANG SELATAN - Tren olahraga dengan intensitas tinggi seperti Hyrox dan padel semakin populer di kalangan masyarakat. Namun, banyak orang terjebak dalam fenomena fear of missing out (FOMO) dan berpartisipasi dalam kompetisi fisik tanpa persiapan yang tepat. Memaksakan tubuh untuk berolahraga di luar batas kemampuannya tidak hanya meningkatkan risiko cedera, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan hormon dan fungsi reproduksi.

Bahaya Olahraga Ekstrem bagi Kesuburan

Latihan yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan yang berdampak pada kualitas sperma pria. Ketika laki-laki dipaksa untuk berolahraga secara berlebihan, proses pembentukan sperma dapat terganggu. "Yang ikut Hyrox itu kan sekali acara dari pagi sampai sore. Ada kardionya, angkat bebannya. Kalau tidak ada persiapan minimal enam bulan pasti akan terjadi badannya overuse," ungkap seorang dokter dalam diskusi di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.

Menurut dokter tersebut, olahraga ekstrem dapat meningkatkan radikal bebas yang berfungsi sebagai racun bagi sperma. Jika cedera dibiarkan, dapat berkembang menjadi peradangan kronis yang menyebabkan suhu panas yang merusak fungsi testis. "Namanya peradangan itu kan inflamasi. Itu diambil dari kata flame, api. Jadi peradangan itu selalu menimbulkan panas. Nah panas ini yang akan merusak kondisi buah zakarnya," jelasnya.

Testis memerlukan suhu yang lebih rendah dibandingkan suhu tubuh untuk memproduksi sperma. Ketika suhu tubuh meningkat, ditambah dengan kondisi lain seperti obesitas atau diabetes, kualitas sperma dapat menurun, termasuk jumlah dan pergerakannya.

Dampak Olahraga Berlebihan pada Wanita

Olahraga yang berlebihan juga berisiko bagi wanita, terutama bagi mereka yang merencanakan kehamilan. Latihan yang melebihi batas dapat menyebabkan stres yang tinggi pada tubuh. "Olahraga itu membuat badan kita stres sebetulnya. Kalau olahraganya heboh, stresnya makin tinggi," kata dokter lain dalam sesi yang sama. Peningkatan stres dapat memicu lonjakan hormon kortisol, yang mengganggu pelepasan hormon reproduksi.

Akibatnya, wanita dapat mengalami ketidakseimbangan hormon yang mengganggu siklus menstruasi, yang dikenal sebagai amenore. Risiko ini semakin meningkat jika wanita tersebut juga menjalani diet ekstrem.

Pentingnya Persiapan dan Zonasi Latihan

Membangun kebugaran fisik memerlukan waktu dan perencanaan yang baik. Sebagai contoh, pelari maraton biasanya memerlukan waktu persiapan hingga empat bulan, dengan pembagian zona latihan yang tepat. Sayangnya, banyak orang yang terjebak dalam kompetisi olahraga modern tanpa memahami pentingnya persiapan yang matang. "Kamu ini masih kerja, gimana makan kamu diatur, olahraga kamu diatur? Enggak bisa," tegas dokter tersebut.

Dia mengingatkan bahwa gaya hidup pekerja biasa sangat berbeda dengan atlet profesional yang menghabiskan waktu untuk berlatih. "Kamu mau ngelawan yang jelas-jelas atlet, yang memang dia peringkatnya nasional ataupun internasional. Ya dia bangun tidur sudah diatur untuk setting-annya olahraga," pungkasnya.

Artikel Terkait