Membeli setelan jas tidak hanya melibatkan pemilihan warna dan ukuran yang cocok untuk tubuh. Ada berbagai detail lain yang harus diperhatikan agar jas yang dipilih sesuai dengan bentuk tubuh, kebutuhan, serta acara yang akan dihadiri. Menurut stylist asal London, Charlie Teasdale, terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatikan saat memilih setelan jas, mulai dari struktur hingga model celananya.
Pentingnya Memperhatikan Detail
Setiap elemen dalam setelan jas memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum melakukan pembelian, penting untuk memperhatikan beberapa detail berikut agar jas yang dipilih sesuai dengan gaya dan kebutuhan pemakainya.
Berikut adalah lima hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli setelan jas menurut Teasdale:
1. Struktur Jas
Struktur jas adalah salah satu aspek yang sangat penting, karena menentukan bagaimana jas membentuk dan jatuh di tubuh. Struktur ini merujuk pada jumlah bantalan dan kain kanvas yang terdapat di bagian bahu dan dada. Jas dengan struktur klasik biasanya memiliki bahu yang lebih tegas, memberikan garis yang rapi dan kesan yang lebih kokoh. "Sebaliknya, jas tanpa struktur menggunakan sedikit atau bahkan tanpa bantalan tambahan pada bagian bahu dan dada sehingga terasa lebih ringan," ujar Teasdale. Ia menambahkan bahwa jas tanpa struktur umumnya lebih nyaman dan kurang formal, sehingga lebih sering digunakan dalam cuaca hangat. Teasdale menyarankan untuk mencoba berbagai jas dengan struktur yang berbeda agar pemakainya dapat menemukan potongan yang paling sesuai dengan bentuk tubuh mereka.
2. Jenis Bahan
Jenis kain yang digunakan tidak hanya memengaruhi penampilan jas, tetapi juga kenyamanan saat dikenakan. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan apakah jas akan digunakan untuk bekerja, acara formal, atau sebagai pakaian yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. "Wol worsted menjadi salah satu bahan yang umum digunakan untuk jas karena memiliki permukaan yang halus dan cocok untuk setelan bisnis," kata Teasdale. Selain itu, ada wol ringan yang mudah bernapas dan tahan kusut, sehingga ideal untuk orang yang sering bepergian. Flanel, dengan tekstur lembut dan berbulu, lebih cocok untuk setelan yang dikenakan saat cuaca dingin. "Untuk cuaca panas, linen bisa menjadi pilihan karena memiliki tenunan longgar dan mudah bernapas, meskipun bahan ini lebih mudah kusut," imbuhnya.
3. Model Saku
Walaupun terlihat sebagai detail kecil, jenis saku dapat menentukan tingkat formalitas sebuah jas. "Saku jetted menjadi pilihan paling formal karena bukaan sakunya tersembunyi di bawah bagian luar jas," ungkap Teasdale. Sementara itu, saku flap memiliki penutup pada bagian bukaan, sedangkan saku tempel atau patch pocket dijahit pada bagian luar jas, memberikan kesan yang lebih kasual. Bentuk saku biasanya disesuaikan dengan model kerah pada jas agar keseluruhan tampilan terlihat proporsional. Oleh karena itu, penting untuk memilih model saku berdasarkan tingkat formalitas yang diinginkan dan kesempatan penggunaan jas.
4. Model Kerah
Model kerah dapat memberikan karakter yang berbeda pada setelan jas dan memengaruhi tampilan tubuh pemakainya. Dua model kerah yang paling umum adalah notch dan peak lapel, dengan notch sebagai model yang paling banyak digunakan. Kerah notch memiliki lekukan berbentuk segitiga pada bagian pertemuan kerah, sedangkan peak lapel memiliki ujung kerah yang mengarah ke atas. “Peak lapel memiliki nuansa retro, model ini dapat membantu bahu pemakainya terlihat lebih lebar,” jelas Teasdale. Lebar kerah juga dapat disesuaikan dengan selera, tetapi kerah yang terlalu sempit dianggap kurang menarik.
5. Celana yang Proporsional
Walaupun jaket adalah bagian utama dari setelan, celana yang tidak sesuai dapat membuat penampilan terlihat kurang seimbang. “Secara ideal, celana harus proporsional dengan jas,” ungkap Teasdale. Celana jas sebaiknya berada di pinggang atau sedikit di atasnya dengan ukuran yang pas, tetapi tidak terlalu ketat sehingga masih memberikan ruang untuk memasukkan kemeja. Model celana juga dapat disesuaikan dengan gaya jas, seperti celana lipit yang memberikan ruang lebih pada bagian bokong dan paha serta umumnya dipadukan dengan jaket berkancing ganda. Panjang celana pun dapat disesuaikan dengan preferensi karena penjahit dapat melakukan penyesuaian setelah pembelian. Selain itu, bagian bawah celana dapat dibuat polos atau menggunakan manset, dengan model bermanset yang biasanya memberikan kesan lebih kasual.
Dengan memperhatikan kelima aspek tersebut, memilih setelan jas tidak hanya sekadar menemukan ukuran yang pas, tetapi juga memastikan setiap elemen sesuai dengan kebutuhan dan gaya yang diinginkan.