Rambut tebal dan gelap yang muncul di dagu, sering kali disebut sebagai jenggot, dapat membuat banyak perempuan merasa kurang percaya diri. Rambut ini biasanya tumbuh lebih panjang dan kasar dibandingkan dengan rambut halus di wajah, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab dan apakah hal ini merupakan kondisi yang normal. Dokter spesialis kulit dari Connecticut dan profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, Mona Gohara, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan pertumbuhan jenggot di dagu perempuan.
Penyebab Pertumbuhan Jenggot di Dagu
1. Perubahan Hormon Androgen dan Estrogen
Gohara menjelaskan bahwa rambut di area dagu dan sepanjang rahang sangat sensitif terhadap hormon androgen, yang berperan dalam pertumbuhan rambut. “Dagu dan garis rahang merupakan area tempat akar rambut sangat responsif terhadap hormon androgen,” ujarnya. Hormon ini dapat mengubah rambut halus menjadi lebih tebal, kasar, dan gelap. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan juga dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut wajah. “Lonjakan hormon dapat membuat rambut tumbuh lebih lama,” tambahnya. Ketika perempuan memasuki usia paruh baya, kadar estrogen cenderung menurun, sehingga pengaruh androgen menjadi lebih dominan dan dapat merangsang pertumbuhan rambut di wajah. “Ini tidak selalu berarti kadar testosteron kamu tinggi, tetapi keseimbangan hormon telah berubah,” jelas Gohara.
2. Faktor Genetik
Di samping perubahan hormon, faktor keturunan juga dapat membuat beberapa perempuan lebih rentan memiliki rambut dagu yang tebal dan gelap. Kondisi ini tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan. Bahkan, beberapa helai rambut kasar dapat tumbuh meskipun kadar hormon berada dalam batas normal. “Namun, beberapa helai rambut dagu yang sulit dihilangkan juga bisa muncul meskipun kadar hormon sepenuhnya normal,” ungkap Gohara.
3. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
Pertumbuhan rambut wajah yang berlebihan bisa menjadi salah satu tanda sindrom ovarium polikistik (PCOS), sebuah gangguan hormon yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur. Pada perempuan dengan PCOS, pengaruh hormon androgen yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan rambut kasar di dagu dan area wajah lainnya. Namun, satu atau dua helai rambut dagu tidak serta-merta menunjukkan adanya PCOS.
4. Penggunaan Obat dan Gangguan Kelenjar Adrenal
Beberapa jenis obat, seperti testosteron dan minoxidil oral yang digunakan untuk mengatasi kerontokan rambut, juga dapat memicu pertumbuhan rambut di wajah. Selain itu, gangguan pada kelenjar adrenal, yang merupakan organ penghasil sejumlah hormon, kadang-kadang dapat menjadi penyebab pertumbuhan rambut berlebihan. “Kadang-kadang, gangguan pada kelenjar adrenal atau gangguan hormon lainnya menjadi penyebabnya,” kata Gohara.
Kapan Harus Memeriksakan Pertumbuhan Rambut di Dagu?
Beberapa helai rambut kasar di dagu umumnya dianggap normal dan tidak berbahaya. Namun, jika pertumbuhan rambut terjadi secara tiba-tiba atau jumlahnya semakin banyak, hal ini perlu diperhatikan, terutama jika disertai dengan perubahan lain pada tubuh. “Beberapa helai rambut kasar sepenuhnya normal dan tidak berbahaya, tetapi pertumbuhan baru atau peningkatan jumlah rambut perlu dibicarakan dengan dokter, terutama jika kamu mengalami menstruasi tidak teratur, jerawat, atau rambut kepala menipis yang dapat mengindikasikan PCOS,” pesan Gohara. Ia juga menyarankan agar pemeriksaan medis dilakukan jika rambut wajah tumbuh secara tiba-tiba atau meningkat dengan cepat, untuk mengetahui apakah pertumbuhan rambut tersebut adalah hal yang normal atau berkaitan dengan kondisi medis tertentu.