Teknologi

Eropa Hadapi Tantangan Permintaan AC di Tengah Gelombang Panas

Eropa berusaha mengatasi defisit perdagangan dengan China, namun lonjakan permintaan pendingin ruangan akibat gelombang panas justru memperburuk situasi. Merek-merek AC asal China mendominasi pasar Er...

N
Nathania Gabriella Wardani
06 July 2026 63 pembaca
Tanpa Merek Lokal, Eropa Tunduk pada Dominasi AC China. Foto: DW (News)
Tanpa Merek Lokal, Eropa Tunduk pada Dominasi AC China. Foto: DW (News)

Jakarta - Upaya Eropa untuk mengurangi defisit perdagangan dengan China pada bulan Oktober terhalang oleh lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pendingin ruangan (AC) buatan China, akibat gelombang panas yang melanda kawasan tersebut. Perselisihan terkait ketidakseimbangan perdagangan, kontrol ekspor, dan isu kekayaan intelektual diharapkan dapat menemukan solusi pada bulan Oktober, menurut pernyataan kepala perdagangan Eropa, Maros Sefcovic, setelah pertemuannya dengan Menteri Perdagangan China, Wang Wentao.

“Tidak semuanya akan terselesaikan, tidak semuanya akan diperbaiki, tapi kami pikir antara sekarang dan Oktober, tim kami punya waktu cukup untuk memberikan hasil nyata. Ekspor China ke UE terus meningkat, sementara pangsa pasar kami di China terus menyusut,” ungkap Maros.

Permintaan AC Meningkat Drastis

Kedua pejabat tersebut bertemu di tengah meningkatnya permintaan AC di Eropa, di mana banyak warga berbondong-bondong membeli unit pendingin, sebagian besar berasal dari China. Sebelumnya, Eropa cenderung enggan menggunakan AC karena dianggap bising dan karena gelombang panas biasanya berlangsung singkat. Namun, kekhawatiran akan dampak teknologi yang boros energi terhadap upaya melawan perubahan iklim juga menjadi perhatian.

Defisit barang Eropa dengan China meningkat sebesar 15% menjadi USD 410 miliar pada tahun lalu. Barang-barang seperti peralatan listrik dan mesin menjadi komoditas yang paling banyak diimpor, dengan AC dari China semakin memperburuk ketidakseimbangan tersebut. Midea Group melaporkan bahwa pesanan untuk unit PortaSplit miliknya, yang merupakan sistem pendingin portabel yang dirancang untuk mematuhi aturan bangunan di Eropa Barat, telah mencapai lebih dari 200.000 unit tahun ini, dua kali lipat dari target yang ditetapkan untuk tahun 2025.

Kepemilikan AC di Eropa Masih Rendah

Kepemilikan AC di Eropa saat ini hanya mencapai sekitar 20% dari total rumah tangga, jauh lebih rendah dibandingkan dengan hampir 90% di Amerika Serikat. Kesenjangan ini sedang dikejar oleh Midea dan produsen peralatan rumah tangga lainnya dari Asia, seperti Samsung dan Mitsubishi Electric. Tidak ada satu pun dari lima merek AC terlaris di Eropa yang berasal dari Uni Eropa. Haier Group, Gree Electric Appliances, dan Midea Group, semuanya dari China, diperkirakan akan menguasai sekitar 32% pasar Eropa pada tahun 2025, menurut Euromonitor International. Beko dari Turki dan Daikin Industries dari Jepang melengkapi daftar lima besar.

Desain AC Midea telah disesuaikan untuk memenuhi berbagai hambatan regulasi dan pasar Eropa yang terfragmentasi. Unit luar PortaSplit dapat dipasang pada braket jendela tanpa perlu pengeboran, sehingga diklasifikasikan sebagai furnitur dan bukan sebagai instalasi tetap, yang memungkinkan untuk menghindari larangan modifikasi fasad di kota-kota seperti Paris.

Ketiadaan merek lokal Eropa di antara pemasok AC terkemuka di benua tersebut menjadi tantangan yang dihadapi oleh para pemimpin Uni Eropa. Namun, tampaknya upaya untuk mengembangkan merek AC lokal tidaklah mudah.

Artikel Terkait