News

Empat Gunung Api Meletus Secara Bersamaan, Berikut Penjelasan dari Badan Geologi dan Para Ahli

Aktivitas vulkanik di Indonesia meningkat dengan empat gunung api mengalami erupsi bersamaan pada awal September 2026. Badan Geologi menjelaskan fenomena ini sebagai hal yang biasa terjadi.

Y
Yusuf Ahmad Pratama
07 September 2026 42 pembaca
Empat Gunung Api Meletus Secara Bersamaan, Berikut Penjelasan dari Badan Geologi dan Para Ahli
Sumber gambar: nasional.kompas.com

JAKARTA - Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas vulkanik di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tanggal 6 September 2026, empat gunung api dilaporkan mengalami erupsi secara bersamaan, yaitu Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.

Pernyataan Badan Geologi

Badan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui akun Instagram resmi mereka menjelaskan bahwa terjadinya erupsi pada beberapa gunung api dalam waktu yang bersamaan bukanlah suatu hal yang aneh. Dalam unggahannya, Badan Geologi menyatakan bahwa Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik yang memiliki banyak gunung api aktif. "Beberapa gunung api dapat erupsi pada hari yang sama secara alami," tulis mereka. "Ini tidak otomatis berarti ada satu fenomena besar yang menghubungkan semuanya," lanjut Badan Geologi.

Selanjutnya, Badan Geologi menekankan bahwa setiap gunung api memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meskipun erupsi merupakan bagian dari aktivitas rutin gunung api, tidak semua erupsi terjadi dalam skala besar. Yang terpenting adalah memantau apakah ada perubahan signifikan dalam aktivitas gunung api dibandingkan dengan pola normal sebelumnya. "Erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu sama lain," tutup Badan Geologi.

Dinamika Tektonik Global

Ahli gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan bahwa fenomena erupsi simultan ini mencerminkan dinamika tektonik global yang terjadi di kawasan Cincin Api Pasifik. "Fenomena erupsi simultan pada empat gunung api di Indonesia pada 6 September 2026, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu merupakan manifestasi dinamika tektonik global di wilayah ring of fire," ungkap Daryono.

Dia juga menambahkan bahwa Indonesia berada di zona konvergensi tektonik yang kompleks, di mana beberapa lempeng bumi seperti Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina bertemu dan menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Meskipun keempat gunung api menunjukkan peningkatan aktivitas dalam waktu yang berdekatan, Daryono menegaskan bahwa hal ini tidak berarti bahwa erupsi satu gunung memicu erupsi gunung lainnya. Secara geologis, tidak ada mekanisme yang menghubungkan dapur magma antar gunung tersebut.

Menurut Daryono, erupsi yang terjadi dalam waktu dekat lebih berkaitan dengan kondisi masing-masing sistem vulkanik yang telah mengalami akumulasi tekanan fluida dan magma hingga mencapai tahap kritis. "Perbedaan ketinggian kolom abu dari masing-masing erupsi mencerminkan variasi dinamika erupsi, tingkat viskositas magma, serta kandungan gas vulkanik," jelasnya.

Artikel Terkait