Elon Musk menyatakan bahwa Terrafab, perusahaan yang ia pimpin, akan memproduksi chip yang lebih unggul dibandingkan dengan produk dari perusahaan lain di seluruh dunia. Meskipun saat ini ia belum mengetahui cara untuk memproduksi microchip, ia percaya bahwa Terrafab akan menemukan metode yang tepat.
Pernyataan tersebut disampaikan Musk kepada sekelompok pelanggan dan investor di luar pabrik Gigafactory Tesla Inc. yang terletak di Austin, Texas. Dalam acara X Takeover yang disiarkan secara langsung pada hari Sabtu, Musk mengamati bahwa saat mengunjungi fasilitas milik pesaing, ia tidak menemukan banyak peralatan yang dibuat khusus, yang menurutnya merupakan keunggulan dari perusahaannya dan dapat meningkatkan proses manufaktur.
Optimisme Terhadap Proses Produksi
"Menurut saya, tepat jika dikatakan bahwa ini adalah salah satu hal tersulit untuk dilakukan di dunia," ungkap Musk. Ia menambahkan, "Saya tidak ingin bersikap jemawa atau merasa berhak atas segalanya, tetapi saya rasa kami mungkin akan menemukan cara membuat cip yang lebih baik daripada siapa pun. Sejujurnya. Saya tidak tahu berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk itu. Mungkin butuh waktu beberapa tahun," ujarnya.
Pembangunan Pabrik Terrafab
Musk sedang mempersiapkan pembangunan pabrik Terrafab di Grimes, Texas, melalui kolaborasi antara Tesla, SpaceX, dan Intel Corp. Investasi awal untuk proyek ini diperkirakan mencapai lebih dari USD 15 miliar, setara dengan sekitar Rp 268,3 triliun. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja dan akan menerima dana hibah dari Texas Enterprise Fund sebesar USD 30 juta, yang setara dengan Rp 536 miliar.
Fasilitas yang akan dibangun seluas 100 juta kaki persegi ini akan dilakukan secara bertahap di atas lahan seluas sekitar 3.000 ekar, meskipun saat ini SpaceX menguasai lahan lebih dari 13.000 ekar. SpaceX, yang terdaftar di bursa pada bulan Juni lalu, baru-baru ini mencatat harga saham yang melampaui harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar USD 135, menjadikan Musk sebagai triliuner pertama di dunia. Perusahaan tersebut juga sedang dalam proses negosiasi dengan Grain Management LLC untuk mengakuisisi spektrum yang diperlukan agar dapat beroperasi sebagai penyedia layanan seluler yang bersaing dengan T-Mobile US Inc., Verizon Communications Inc., dan AT&T Inc.