Teknologi

Dua Tahun Microsoft Elevate: Mencetak 2,4 Juta Talenta AI hingga ke Pesantren

Inisiatif Microsoft Elevate telah berhasil melatih lebih dari 2,4 juta talenta di Indonesia dalam bidang kecerdasan buatan, menjangkau berbagai kalangan termasuk pesantren dan komunitas.

K
Kartika Sari Dewi
21 September 2026 63 pembaca
Foto: Dok. Microsoft
Foto: Dok. Microsoft

Inisiatif pelatihan kecerdasan buatan (AI) yang diluncurkan oleh Microsoft, yaitu Microsoft Elevate, telah mencapai prestasi yang mengesankan selama dua tahun beroperasi di Indonesia. Dengan tema "Bergerak, hadirkan dampak," program ini berhasil membekali lebih dari 2,4 juta individu dengan keterampilan dalam AI dan menyalurkan lebih dari 1,5 juta kredensial. Dampak dari pelatihan ini juga meluas secara signifikan, di mana lebih dari 2,5 juta orang merasakan manfaat dari transfer pengetahuan dan inovasi yang dibagikan oleh para peserta kepada komunitas mereka.

Komitmen untuk Akses Inklusif

Gunawan Susanto, Managing Director Microsoft Indonesia, menekankan bahwa adopsi AI di Indonesia akan lebih berarti jika akses terhadap pelatihan tersebut dapat dinikmati secara merata. "Selain bangga karena mampu membekali 2,4 juta talenta, kami juga bersyukur karena di dalamnya termasuk guru madrasah di 38 provinsi, teman-teman disabilitas, hingga aparatur sipil negara di berbagai daerah. Bagi Microsoft, kesiapan AI hanya akan bermakna jika aksesnya merata," ungkapnya dalam keterangan yang diterima.

Pentingnya penguasaan teknologi ini sejalan dengan hasil temuan Microsoft Work Trend Index 2026, yang menunjukkan bahwa 33% pekerja di Indonesia kini telah menjadi Frontier Professionals. Di samping itu, 72% pengguna AI di Indonesia melaporkan bahwa mereka kini dapat menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya tidak mampu mereka lakukan.

Program Pelatihan yang Menjangkau Berbagai Sektor

Melalui kerjasama lintas sektor, Microsoft Elevate telah mendistribusikan program pelatihannya ke dalam tiga pilar utama. Pertama, dalam bidang Pendidikan & Pesantren, NUCare Global by LAZISNU telah melatih hampir 59 ribu pendidik madrasah dan pesantren melalui program AI Teaching Power, yang berdampak pada 2,3 juta santri. Inisiatif ini diperkuat oleh Fokus Target (AILeap Nusantara dengan 112 ribu peserta), Alkademi (LEAPS dengan 85 ribu guru), serta Biji-biji Initiative (AI For Educators yang menjangkau lebih dari 200 ribu pendidik).

Kedua, untuk Pemberdayaan Komunitas, GreatNusa by BINUS University (AI Career Boost) telah membekali 50 ribu peserta dan mencetak 1.200 pemegang sertifikasi Azure AI Fundamentals (AI-900). Dicoding (Microsoft Elevate Training Center) juga menjangkau 45 ribu talenta IT, sementara Alunjiva Indonesia (EQUAL) melatih 112 ribu peserta inklusif, termasuk lebih dari 8.600 penyandang disabilitas.

Ketiga, dalam bidang Layanan Publik & Tata Kelola, program GARUDA AI yang bekerja sama dengan BINAR dan 30 lembaga pemerintah telah memberikan pelatihan AI kepada 145 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mempercepat layanan publik. Di sisi kebijakan, AMANA Solutions bersama Kementerian Ekonomi Kreatif melibatkan 10 kementerian/lembaga untuk merumuskan tata kelola AI di industri kreatif.

Keterampilan AI yang diperoleh oleh para alumni program ini telah memicu lahirnya berbagai solusi aplikatif di tingkat lokal, seperti yang dilakukan oleh Muhammad Yusuf Fadhel Marwiji dari Makassar yang memanfaatkan machine learning untuk pemetaan dan mitigasi risiko banjir, serta Emejleano Rusmin Nggepo dari Kabupaten Tangerang yang mengintegrasikan teknologi cloud dan AI untuk menciptakan aplikasi deteksi objek bagi penyandang tunanetra.

Microsoft berkomitmen untuk terus memperluas akses pelatihan AI secara inklusif agar seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi ini secara produktif dan bertanggung jawab.

Artikel Terkait