Lifestyle

Diet Mediterania: Solusi Efektif Cegah Stroke pada Wanita

Diet Mediterania terbukti dapat mengurangi risiko stroke pada wanita, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurology. Pola makan ini tidak hanya berfokus pada kebugaran, tetapi juga...

M
Muhammad Rizki Ramadhan
05 August 2026 65 pembaca
Diet Mediterania: Solusi Efektif Cegah Stroke pada Wanita
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya gizi seimbang berkontribusi pada kesehatan tubuh dan harapan hidup yang lebih panjang. Salah satu diet yang sangat dianjurkan oleh para ahli adalah Diet Mediterania. Sebuah studi berjudul "Mediterranean Diet and the Risk of Stroke Subtypes in Women" yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada Februari 2026 mengungkapkan bahwa penerapan pola makan Mediterania secara konsisten dapat secara signifikan mengurangi risiko stroke pada wanita, seperti yang dilaporkan oleh Prevention.

Manfaat Diet Mediterania untuk Kesehatan Pembuluh Darah

Ahli gizi Keri Gans, M.S., R.D.N., C.D.N menjelaskan bahwa diet Mediterania lebih tepat dianggap sebagai gaya hidup berkelanjutan. "Pola makan Mediterania bukan hanya sekadar diet, melainkan lebih kepada kebiasaan. Menu ini berfokus pada sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan, sambil membatasi konsumsi daging merah dan makanan olahan tinggi," ujarnya.

Stroke sering kali disebabkan oleh tekanan darah tinggi, resistensi insulin, obesitas, dan kolesterol jahat. Diet Mediterania diyakini dapat mengurangi risiko tersebut karena komponen makanannya bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan pembuluh darah. "Pola makan Mediterania tampaknya mendukung ketahanan pembuluh darah. Stroke pada dasarnya adalah masalah vaskular," jelas ahli saraf David Perlmutter, M.D., F.A.C.N., A.B.I.H.M.

Perlmutter menambahkan, "Mengikuti pola makan Mediterania membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi lapisan pembuluh darah, mengurangi peradangan, dan menstabilkan gula darah. Ini bukanlah perubahan kecil. Hal-hal ini secara langsung memengaruhi mekanisme biologi yang memicu stroke."

Bukti Penelitian Selama 21 Tahun

Studi ini melibatkan lebih dari 100.000 wanita dengan usia rata-rata 53 tahun yang tidak memiliki riwayat stroke. Setelah pemantauan selama sekitar 21 tahun, peneliti mencatat ribuan kasus stroke iskemik dan hemoragik. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok wanita yang paling patuh pada diet Mediterania memiliki insiden stroke yang paling rendah dibandingkan dengan mereka yang kurang mematuhi pola makan tersebut. Namun, sebagian besar partisipan berasal dari demografi tertentu di California, Amerika Serikat.

Gans menekankan bahwa studi ini bersifat observasional berdasarkan pola makan yang dilaporkan sendiri, bukan uji klinis terkontrol. "Artinya, studi ini menunjukkan adanya hubungan, bukan sebab-akibat," ungkapnya.

Pentingnya Kesadaran bagi Wanita

Dokter Perlmutter menjelaskan bahwa stroke kini menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi pada wanita, di mana satu dari lima wanita berisiko mengalami stroke seumur hidup. Setiap tahunnya, lebih banyak wanita meninggal akibat stroke dibandingkan pria. Oleh karena itu, menjaga kesehatan sistem vaskular melalui pola makan yang baik menjadi sangat penting.

"Wanita cenderung hidup lebih lama dibandingkan pria, dan karena risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia, pencegahan menjadi sangat penting," kata Perlmutter. Bagi wanita yang juga menghadapi risiko tambahan akibat perubahan hormon, riwayat kehamilan, atau kondisi autoimun, meningkatkan kesehatan pembuluh darah melalui pola makan sangat dianjurkan.

Langkah Awal Menuju Diet Mediterania

Anda tidak perlu mengubah seluruh pola makan dalam semalam. Mulailah dengan langkah kecil, seperti mengganti mentega dengan minyak zaitun saat memasak. "Tambahkan kacang-kacangan ke dalam sup atau salad, konsumsi ikan beberapa kali dalam seminggu, dan pilih makanan yang minim proses sebagai menu utama," saran Gans.

Perlu diingat, partisipan dalam studi ini juga menerapkan kebiasaan sehat lainnya. "Mereka mungkin lebih aktif berolahraga, merokok lebih sedikit, dan lebih proaktif dalam perawatan kesehatan," ungkap Perlmutter. Oleh karena itu, penting untuk menjaga gaya hidup seimbang. Aktivitas fisik dapat menurunkan tekanan darah dan memperlancar sirkulasi, sementara tidur yang cukup membantu mengatur hormon dan gula darah. Mengelola stres juga sangat penting.

Perlmutter menekankan, "Memantau dan mengoreksi kelainan laboratorium seperti gula darah tinggi atau hipertensi yang tidak terkontrol adalah hal yang penting. Pesan yang perlu diingat adalah pencegahan stroke bukan hanya tentang obat-obatan atau perawatan darurat. Ini tentang keputusan yang kita ambil setiap hari, dan keputusan tersebut sangat mungkin untuk kita capai."

Artikel Terkait