Kesehatan

Dampak Konsumsi Es Teh Terhadap Kesehatan Ginjal

Konsumsi es teh yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal, terutama yang berbahan dasar teh hitam. Para ahli mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan dan memperhatikan je...

D
Daniel Kristianto
24 October 2026 29 pembaca
Ilustrasi es teh.()
Ilustrasi es teh.()

Batu ginjal terbentuk ketika zat-zat tertentu dalam urine menjadi sangat pekat, membentuk kristal yang kemudian berkembang menjadi batu. Salah satu penyebab utama terbentuknya batu ginjal adalah kurangnya asupan cairan. Namun, jenis minuman yang dikonsumsi juga berperan, seperti es teh yang dapat meningkatkan risiko jika dikonsumsi secara berlebihan.

Risiko Konsumsi Es Teh

Dr. Graham Bobo, seorang ahli urologi, menekankan bahwa es teh, terutama yang terbuat dari teh hitam, perlu diperhatikan. Teh hitam mengandung oksalat yang cukup tinggi, yang merupakan salah satu komponen utama dalam pembentukan batu ginjal. Menurut Dr. Shiv Patel, ahli urologi lainnya, sebagian besar es teh yang beredar di pasaran menggunakan teh hitam sebagai bahan dasar. "Oksalat merupakan salah satu bahan pembentuk utama jenis batu ginjal yang paling umum," ungkap Dr. Patel.

Batu kalsium oksalat adalah jenis batu ginjal yang paling umum ditemukan, terbentuk ketika oksalat dari makanan atau minuman berikatan dengan kalsium dalam urine. Dr. Patel menambahkan bahwa mengonsumsi es teh dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar oksalat dalam tubuh, sehingga memperbesar kemungkinan terbentuknya batu kalsium oksalat. Namun, ia juga menyatakan bahwa konsumsi dua gelas es teh per hari masih dianggap aman.

Peran Oksalat dan Gula dalam Risiko Batu Ginjal

Risiko batu ginjal yang ditimbulkan oleh es teh tidak disebabkan oleh kandungan gula, baik yang ditambahkan maupun tidak. Baik es teh manis maupun tanpa gula dapat meningkatkan risiko jika dikonsumsi secara berlebihan. Yang menjadi perhatian adalah kandungan oksalat yang terdapat secara alami dalam teh hitam. Meski begitu, kedua ahli urologi sepakat bahwa hubungan antara konsumsi es teh dan risiko batu ginjal terutama perlu diperhatikan pada tingkat konsumsi yang tinggi. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi teh hitam dalam jumlah moderat dapat membantu menurunkan risiko batu ginjal.

Dr. Bobo menambahkan bahwa faktor utama yang berkontribusi terhadap berbagai jenis batu ginjal adalah kurangnya asupan cairan. "Jika saya harus menunjuk satu faktor umum terbesar pada hampir semua jenis batu ginjal, itu adalah kurang minum air. Urine yang pekat memungkinkan mineral-mineral tersebut mengkristal sejak awal," jelas Dr. Patel. Oleh karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting untuk mencegah terbentuknya batu ginjal.

Bagi mereka yang tetap ingin menikmati es teh, menambahkan lemon bisa menjadi solusi. Lemon mengandung sitrat yang dapat membantu mengikat kalsium dalam urine, sehingga mengurangi kemungkinan kalsium berikatan dengan oksalat dan membentuk kristal kalsium oksalat. Selain es teh, jus grapefruit juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal jika dikonsumsi secara berlebihan, meskipun alasannya belum sepenuhnya dipahami.

Batu ginjal tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Batu yang tetap berada di dalam ginjal sering kali tidak terdeteksi hingga ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan untuk kondisi lain. Namun, saat batu bergerak menuju kandung kemih, gejala seperti nyeri hebat yang datang tiba-tiba dan berulang dapat muncul, biasanya dimulai dari punggung atau sisi tubuh dan menjalar ke selangkangan. Mual dan frekuensi buang air kecil yang meningkat juga bisa terjadi. Jika nyeri disertai demam atau menggigil, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter, karena kondisi tersebut bisa menandakan adanya infeksi pada ginjal.

Artikel Terkait