Gangguan bipolar merupakan kondisi yang ditandai dengan fluktuasi suasana hati yang signifikan, namun dampaknya tidak hanya terbatas pada aspek emosional. Pengidap gangguan ini juga sering mengalami kesulitan dalam berpikir dan mengingat, yang dapat memengaruhi kegiatan sehari-hari mereka. Kesulitan tersebut bisa muncul baik saat mengalami perubahan suasana hati maupun ketika dalam kondisi stabil.
Faktor Penyebab Gangguan Daya Ingat
Psikiater Zishan Khan menyatakan bahwa gangguan kognitif dialami oleh sekitar 40 hingga 60 persen individu dengan gangguan bipolar. Menurutnya, masalah ini dapat muncul dalam berbagai keadaan emosional, termasuk saat kondisi stabil. “Kurangnya perhatian dan gangguan memori jangka pendek yang terjadi akibatnya dapat mengganggu hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari seseorang,” ungkap Khan.
Selain itu, psikiater Christina Lee menambahkan bahwa perubahan pada bagian otak yang berperan dalam pembentukan ingatan juga dapat menjadi faktor penyebab. “Pencitraan otak menunjukkan banyak perbedaan antara orang dengan gangguan bipolar dan mereka yang tidak mengalaminya, termasuk pengurangan ukuran hipokampus, bagian otak yang terlibat dalam proses belajar dan pembentukan ingatan baru,” jelas Lee.
Pengaruh Perubahan Suasana Hati terhadap Ingatan
Masalah daya ingat dapat semakin parah ketika seseorang mengalami depresi, mania, atau hipomania. Khan menjelaskan bahwa kesulitan berkonsentrasi saat depresi dapat menyulitkan individu untuk menerima dan menyimpan informasi baru. “Orang sering merasa sulit berkonsentrasi, dan akibatnya mereka tidak dapat menyandikan dan menyimpan informasi baru dengan mudah, karena melemahnya konektivitas antarneuron,” paparnya.
Lee juga menyoroti beberapa kondisi lain yang dapat memengaruhi daya ingat, seperti gangguan kecemasan, penggunaan alkohol, efek samping obat, serta faktor genetik. Gangguan memori jangka pendek dapat menyebabkan seseorang lupa hal-hal yang baru saja dilihat atau dilakukan, sedangkan gangguan memori jangka panjang dapat berdampak pada pekerjaan, di mana individu mungkin kesulitan mengingat cara melakukan tugas tertentu.
Penelitian menunjukkan bahwa gangguan kognitif, termasuk masalah daya ingat, berhubungan dengan kemungkinan lebih rendah untuk bekerja pada individu dengan gangguan bipolar dibandingkan populasi umum.
Strategi Mengurangi Dampak Gangguan Daya Ingat
Jika masalah daya ingat muncul setelah penggunaan obat, Khan menyarankan agar pasien berbicara dengan dokter. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar dapat memperburuk gangguan memori atau menyebabkan kebingungan. “Semakin banyak efek samping dan ketidaknyamanan yang dialami seseorang akibat obat, semakin kecil kemungkinan mereka untuk mengonsumsi obat secara konsisten,” tambahnya.
Dokter dapat mempertimbangkan penyesuaian dosis atau mengganti obat dengan alternatif yang memiliki lebih sedikit efek samping. Selain itu, olahraga rutin dapat membantu meningkatkan fungsi memori serta mendukung suasana hati dan kualitas tidur. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama minimal 150 menit per minggu, seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau menari, bisa menjadi pilihan yang baik.
Lee juga merekomendasikan tidur yang cukup, pola makan yang sehat, serta teknik pengelolaan stres seperti meditasi mindfulness. Menghindari alkohol dan narkoba rekreasional juga sangat penting karena zat-zat tersebut dapat memperburuk masalah daya ingat dan meningkatkan risiko perubahan suasana hati.