Kehilangan barang, kesulitan mengingat informasi baru, atau mendapati diri tiba-tiba tidak bisa mengingat hal-hal yang seharusnya sudah diketahui adalah masalah yang sering dihadapi banyak orang. Meskipun sering kali dihubungkan dengan penuaan, kondisi kesehatan mental seperti depresi juga berperan dalam mengganggu kemampuan ingatan. Hal ini bahkan dapat mempersulit individu dalam mempelajari informasi baru, sehingga informasi yang diterima tidak tersimpan dengan baik.
Bagaimana Depresi Mempengaruhi Daya Ingat?
Ahli neurologi menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi akibat depresi dapat mengganggu perhatian seseorang, yang selanjutnya memengaruhi proses belajar dan mengingat. Profesor neurologi di Boston University School of Medicine, Andrew E. Budson, MD, menyatakan bahwa depresi dapat menyebabkan perubahan biokimia dalam otak. "Depresi menyebabkan perubahan biokimia di otak dan perenungan tentang pikiran-pikiran sedih," ujarnya. "Kedua perubahan ini mengganggu perhatian yang pada gilirannya mengganggu kemampuan untuk mempelajari informasi baru dan kemampuan untuk mengingat informasi sebelumnya," tambah Budson.
Dengan kata lain, masalah ingatan yang muncul saat seseorang mengalami depresi bukan hanya sekadar lupa sesaat. Ketika perhatian terganggu, individu juga dapat mengalami kesulitan dalam menerima informasi baru, yang membuatnya lebih sulit untuk diingat kembali.
Ingatan Negatif Lebih Dominan
Depresi juga memengaruhi cara seseorang mengingat pengalaman atau informasi tertentu. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Trends in Neurosciences pada tahun 2018 menunjukkan bahwa individu dengan depresi cenderung memiliki ingatan yang lebih baik mengenai hal-hal negatif, tetapi mengalami kesulitan dalam mengingat hal-hal positif. Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Psychological Medicine pada tahun yang sama menemukan bahwa gejala depresi berkaitan dengan keluhan mengenai ingatan, meskipun tidak ada hubungan yang signifikan antara gejala tersebut dan kinerja memori standar. Sebaliknya, gejala depresi lebih berkaitan dengan kemampuan mengingat dalam konteks negatif.
Artinya, kondisi depresi dapat membuat pengalaman negatif lebih mudah memengaruhi cara seseorang mengingat informasi.
Apakah Daya Ingat Dapat Pulih?
Kesulitan dalam mengingat saat mengalami depresi dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama jika kelupaan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, Budson menjelaskan bahwa penurunan perhatian dan daya ingat yang terkait dengan depresi tidak selalu bersifat permanen. "Penurunan perhatian dan daya ingat ini bersifat sementara; akan pulih ketika depresi mereda," jelasnya. Penelitian yang dikutip juga menunjukkan bahwa gangguan memori selama depresi terkait dengan stres kronis, dan gangguan tersebut dapat hilang seiring dengan meredanya depresi, sehingga tidak berarti terjadi kerusakan otak yang permanen.
Oleh karena itu, mengalami kesulitan mengingat saat depresi tidak otomatis menunjukkan adanya kerusakan memori yang menetap.
Pentingnya Penanganan Depresi
Jika seseorang merasakan masalah ingatan yang berkaitan dengan depresi, Budson menyarankan untuk mencari bantuan profesional untuk mengatasi depresi tersebut, baik melalui dokter atau metode non-farmakologis yang sesuai. "Cobalah untuk mengobati depresi tersebut baik dengan bantuan dokter mereka atau melalui pengobatan depresi non-farmakologis yang biasa," sarannya. Memahami penyebab masalah ingatan juga krusial, karena tidak semua kelupaan disebabkan oleh depresi. Dokter dapat membantu menentukan apakah gangguan tersebut memang terkait dengan kondisi depresi atau ada faktor lain yang perlu diperhatikan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam PLOS ONE pada tahun 2023 juga menemukan bahwa meditasi yang berfokus pada kebaikan dan welas asih terhadap diri sendiri dapat membantu individu dengan depresi dalam meningkatkan daya ingat dibandingkan mereka yang tidak melakukan meditasi tersebut. Dengan demikian, meskipun depresi dapat mengganggu kemampuan mengingat, mekanismenya lebih kompleks dan tidak semata-mata menghilangkan ingatan. Gangguan perhatian yang terjadi dapat memengaruhi proses belajar dan mengingat informasi sebelumnya, namun kondisi ini dapat membaik seiring dengan meredanya depresi.