Kesehatan

Ciri-Ciri Makeup yang Sudah Tidak Layak Pakai

Penting untuk secara rutin memeriksa koleksi kosmetik di rumah agar tetap aman digunakan. Mengidentifikasi tanda-tanda makeup yang sudah kadaluwarsa dapat membantu menjaga kesehatan kulit.

N
Nathania Gabriella Wardani
26 August 2026 58 pembaca

Melakukan pemeriksaan berkala terhadap produk kecantikan di rumah sangat penting untuk memastikan bahwa produk tersebut masih aman untuk digunakan. Seiring waktu, botol-botol kosong dan sisa kosmetik sering kali terakumulasi di dalam laci tanpa disadari. Oleh karena itu, pembersihan menyeluruh perlu dilakukan agar kamu bisa memilah barang-barang yang sudah tidak layak pakai. Mengingat setiap produk memiliki batas usia simpan yang berbeda, penting untuk mengenali kosmetik yang sudah rusak demi kesehatan kulit.

“Produk-produk tersebut belum diuji kemanjuran atau keamanannya melampaui tanggal tersebut,” ungkap Carolyn Jacob, MD, pendiri dan direktur di Chicago Cosmetic Surgery and Dermatology. “Dan kekhawatirannya adalah kamu hanya akan membuang-buang waktu mengoleskan produk yang tidak membantu kulitmu,” tambahnya. Selain itu, kulit adalah organ terbesar di tubuh, sehingga perawatannya harus dilakukan dengan baik menggunakan produk yang sesuai dan belum kadaluwarsa.

Cara Mengetahui Kosmetik Kadaluwarsa

Saat membongkar isi lemari rias, disarankan untuk menyingkirkan kosmetik yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik. Pertama, perhatikan teksturnya. Jika cairan mulai terpisah, menggumpal, berpasir, atau terdapat genangan minyak, itu adalah tanda bahwa produk tersebut harus dibuang. Kedua, cium aromanya. Bau asam, tengik, atau seperti logam yang menyengat merupakan pertanda utama bahwa kosmetik tidak layak pakai. “Hal ini terutama berlaku untuk sunscreen, yang kemudian tidak akan memberikan perlindungan pada kulit, sehingga berpotensi menyebabkan kulit terbakar parah jika produk tersebut sudah kadaluwarsa,” jelas dr. Jacob.

Selanjutnya, perhatikan penurunan fungsi produk. Kosmetik yang hasil busanya berkurang atau warnanya pudar menunjukkan bahwa produk tersebut sudah kehilangan efektivitasnya. Terakhir, waspadai perubahan pigmen, terutama pada serum seperti vitamin C. Warna yang gelap menandakan bahwa formulanya tidak stabil. Jika kulitmu terasa perih, panas, atau terkelupas setelah menggunakan produk tersebut, kemungkinan besar kosmetik itu sudah kadaluwarsa.

Produk Makeup yang Harus Dihindari

Beberapa jenis riasan sebaiknya tidak digunakan jika sudah melewati masa pakainya. Riasan mata seperti maskara, eyeliner cair, dan eyeshadow krim sangat rentan terhadap kerusakan. Formula berbasis air dan alat yang bersentuhan dengan mata dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, yang dapat menyebabkan bintitan, iritasi, hingga konjungtivitis. Solomiya Grushchak, MD, FAAD, seorang ahli dermatologi dan dokter bedah kosmetik di Chicago Cosmetic Surgery and Dermatology, menyarankan untuk membuang maskara dan eyeliner jika kamu baru terinfeksi mata agar penyakitnya tidak menular lagi.

Selain itu, produk yang mengandung vitamin C, retinoid, AHA, dan BHA dapat menurun kualitasnya jika tutupnya tidak tertutup rapat. Paparan udara dan cahaya dapat mengoksidasi bahan aktif tersebut, membuatnya tidak efektif dan dapat menyebabkan kemerahan pada kulit. Perawatan kulit untuk masalah tertentu, seperti serum pascatindakan dan obat jerawat, juga berisiko. Kosmetik yang terkontaminasi dapat memicu infeksi lebih lanjut jika dioleskan pada kulit yang meradang.

Batas Waktu Simpan yang Ideal

Untuk menjaga fungsi optimal produk, selalu simpan kosmetik di tempat yang sejuk. Menyimpan alat rias di kamar mandi yang kurang ventilasi dapat memperpendek umur produk karena suhu panas dan uap air. Jika disimpan dengan benar, masa pakai kosmetik dapat lebih lama. Serum vitamin C, misalnya, dapat bertahan optimal selama tiga hingga enam bulan. Sementara itu, retinoid, AHA, dan BHA dapat bertahan enam hingga dua belas bulan. Pembersih dan pelembap wajah dapat awet hingga satu tahun, sedangkan sunscreen sesuai dengan tanggal yang tertera di kemasan.

Untuk produk riasan, maskara memiliki umur terpendek yakni tiga bulan, diikuti oleh eyeliner cair yang bertahan tiga hingga empat bulan. Foundation krim dan foundation cair dapat bertahan enam hingga dua belas bulan. Lipstik dapat bertahan hingga delapan belas bulan, dan kosmetik bubuk memiliki rentang umur antara delapan belas hingga dua puluh empat bulan. Perlu diingat bahwa kosmetik alami yang bebas dari pengawet sintetik biasanya lebih cepat kadaluarsa. Oleh karena itu, penting untuk lebih cermat dalam memeriksa jenis kosmetik ini saat menyortir perlengkapan rias.

Artikel Terkait