Kesehatan

Celine Dion Gunakan Pilates dan Balet untuk Menghadapi Stiff Person Syndrome

Celine Dion bersiap untuk kembali ke panggung setelah hampir empat tahun berjuang melawan stiff person syndrome, sebuah gangguan neurologis langka. Untuk mendukung persiapannya, ia menjalani rutinitas...

A
Aisyah Nur Hidayah
06 October 2026 59 pembaca
Penyanyi Celine Dion.(Instagram.com/celinedion)
Penyanyi Celine Dion.(Instagram.com/celinedion)

Penyanyi Celine Dion tengah mempersiapkan penampilannya di atas panggung setelah hampir empat tahun mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis dengan stiff person syndrome, sebuah kondisi neurologis langka yang dapat menyebabkan kekakuan otot dan kejang yang menyakitkan. Di usia 58 tahun, Dion dijadwalkan untuk menggelar pertunjukan terbatas di Prancis mulai 12 September 2026.

Untuk mendukung persiapan tersebut, Dion menjalani berbagai terapi dan perawatan, termasuk obat-obatan, fisioterapi, terapi vokal, imunoterapi, serta olahraga. Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari rutinitasnya adalah Pilates, yang dilakukannya selama 90 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu. Selain Pilates, Dion juga mengikuti kelas balet dua kali dalam seminggu. Keduanya bertujuan untuk membantu menjaga mobilitas tubuhnya di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh stiff person syndrome.

Memahami Stiff Person Syndrome

Stiff person syndrome adalah gangguan neurologis yang berkembang secara progresif dan mempengaruhi sistem saraf pusat, diduga berkaitan dengan masalah autoimun. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), kondisi ini dapat membuat otot di bagian tubuh seperti batang tubuh, lengan, dan kaki menjadi kaku. Penderita juga dapat lebih sensitif terhadap suara, sentuhan, dan tekanan emosional, yang dapat memicu kejang otot.

Olahraga dengan intensitas rendah seperti Pilates dan balet dianggap bermanfaat untuk menjaga kemampuan bergerak. Ahli saraf Olivia Gruder menjelaskan bahwa stiff person syndrome berkaitan dengan aktivitas otot yang berlebihan, baik secara terus-menerus maupun episodik. “Namun, masalah utamanya adalah masalah dengan aktivitas otot yang berlebihan secara terus-menerus atau episodik dan kejang yang menyakitkan,” ujarnya. Kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya fleksibilitas, gangguan keseimbangan, dan nyeri.

Manfaat Pilates dan Balet

Gerakan Pilates dan balet yang terkontrol dapat membantu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh penderita stiff person syndrome. Aktivitas ini berfokus pada peningkatan fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan, serta koordinasi gerakan. Gruder menekankan pentingnya olahraga dengan intensitas rendah, karena gerakan mendadak atau yang menimbulkan hentakan bisa lebih sulit dilakukan oleh mereka yang mengalami kejang akibat rangsangan tertentu.

Pilates dan balet juga mengajarkan hubungan antara pikiran dan gerakan tubuh, termasuk perpindahan berat badan yang terkontrol dan pengendalian tubuh saat berdiri dengan satu kaki. Latihan untuk memperkuat otot inti juga menjadi bagian penting dari rutinitas ini. Terapis fisik Jennifer M. Nash menambahkan bahwa teknik pernapasan yang diajarkan dalam Pilates dan balet dapat membantu tubuh merasa lebih terkendali dan rileks, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam bergerak.

Ahli saraf Clifford Segil menekankan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten sangat penting bagi pasien dengan stiff person syndrome. Selain menjaga kekuatan dan mobilitas, olahraga juga melatih propriosepsi, yaitu kemampuan tubuh untuk mengetahui posisinya dalam ruang. Meskipun demikian, jenis olahraga harus disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan individu. Gruder menekankan bahwa tidak ada satu bentuk aktivitas fisik yang cocok untuk semua orang.

Dalam kasus Celine Dion, rutinitas Pilates dan balet menjadi pilihan untuk menjaga tubuhnya tetap aktif, dilakukan bersamaan dengan berbagai perawatan medis dan terapi sebagai bagian dari persiapannya untuk kembali ke panggung.

Artikel Terkait