Lifestyle

Berjalan Kaki Selama 2 hingga 5 Menit Setelah Makan Dapat Menurunkan Gula Darah

Berjalan kaki sejenak setelah makan terbukti efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Aktivitas sederhana ini dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.

B
Bayu Triatma
27 October 2026 2 pembaca
Orang-orang berjalan di distrik Ginza, Tokyo pada 21 Oktober 2026.(KYODO NEWS)
Orang-orang berjalan di distrik Ginza, Tokyo pada 21 Oktober 2026.(KYODO NEWS)

Setelah menyantap makanan, banyak orang cenderung memilih untuk duduk atau kembali melanjutkan aktivitas mereka. Namun, berjalan kaki selama dua hingga lima menit dapat berkontribusi dalam menurunkan kadar gula darah.

Peningkatan Kadar Gula Darah Setelah Makan

Shannon Knapp, seorang spesialis dalam perawatan dan edukasi diabetes, menjelaskan bahwa kadar gula darah biasanya meningkat setelah seseorang makan. Proses ini terjadi karena tubuh mengubah karbohidrat dari makanan menjadi glukosa, yang berfungsi sebagai sumber energi. “Kadar gula darah mencapai tingkat tertinggi sekitar 30 hingga 90 menit setelah makan,” ungkap Shannon.

Kenaikan kadar gula darah ini merupakan reaksi alami tubuh, tetapi penting untuk diwaspadai jika kadar tersebut terlalu tinggi atau bertahan di atas batas normal, terutama bagi penderita diabetes.

Manfaat Berjalan Kaki Setelah Makan

Ketika seseorang berjalan kaki, otot-otot tubuh memerlukan energi untuk bergerak, dan salah satu sumber energi tersebut adalah glukosa dalam darah. Oleh karena itu, melakukan aktivitas fisik setelah makan dapat membantu tubuh dalam memproses gula darah dan mengurangi lonjakan kadar gula tersebut. Shannon juga menekankan bahwa aktivitas fisik dapat memberikan dampak pada kadar gula darah dalam waktu yang relatif singkat. “Olahraga memengaruhi gula darah dengan cepat, sering kali hanya dalam beberapa menit,” jelasnya.

Selain berfungsi untuk mengendalikan kadar gula darah, melakukan aktivitas fisik secara teratur juga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan insulin dalam tubuh. Insulin adalah hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Pada individu yang mengalami resistensi insulin, di mana tubuh tidak merespons insulin dengan baik, glukosa akan lebih sulit masuk ke dalam sel, sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Kabar baiknya, seseorang tidak perlu berjalan kaki dalam waktu yang lama setelah setiap kali makan untuk mendapatkan manfaatnya. Shannon menjelaskan bahwa berjalan kaki selama dua hingga lima menit setelah makan sudah cukup untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Aktivitas ini bisa menjadi kebiasaan sederhana yang mudah dilakukan setiap hari, seperti berjalan santai di sekitar rumah atau berkeliling sejenak setelah makan siang.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa berjalan kaki bukanlah satu-satunya cara untuk mengelola diabetes. “Jalan kaki setelah makan merupakan kebiasaan yang baik untuk membantu mengendalikan gula darah, tetapi pengelolaan diabetes tidak cukup hanya dengan satu hal,” katanya. Oleh karena itu, penting untuk mendukung kebiasaan ini dengan pola makan yang sehat, rutin berolahraga, mengelola stres, dan memantau kadar gula darah sesuai dengan saran dokter.

Pentingnya Memperhatikan Kondisi Penderita Diabetes

Meskipun berjalan kaki ringan umumnya bermanfaat, bagi penderita diabetes yang mengonsumsi obat penurun gula darah, ada risiko hipoglikemia, yaitu kondisi di mana kadar gula darah menjadi terlalu rendah. Shannon menjelaskan bahwa jika aktivitas fisik yang dilakukan terlalu berat, bisa menyebabkan penurunan kadar gula darah yang berlebihan pada orang yang menggunakan obat tertentu, yang dapat berbahaya jika tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, penderita diabetes perlu menyesuaikan aktivitas fisik dengan kondisi tubuh dan pengobatan yang dijalani. Tenaga kesehatan juga dapat membantu dalam menentukan cara memantau kadar gula darah sebelum dan sesudah berolahraga. Pada akhirnya, berjalan kaki sejenak setelah makan bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga gula darah. Kebiasaan ini tidak menggantikan pengobatan, tetapi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang diterapkan secara konsisten.

Artikel Terkait