Sandal jepit menjadi pilihan yang umum digunakan di rumah karena desainnya yang sederhana dan kemudahan dalam pemakaiannya. Meskipun nyaman untuk aktivitas singkat seperti mengambil barang atau membuang sampah, penggunaan sandal jepit dalam durasi yang lama dapat berdampak negatif pada kesehatan kaki. Sejumlah dokter spesialis kaki atau podiatris memperingatkan bahwa sandal jepit tidak dirancang untuk digunakan dalam waktu yang lama.
Penggunaan sandal jepit yang berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari nyeri kaki hingga gangguan keseimbangan dan perubahan pola berjalan. Bahkan, kondisi ini dapat berpotensi memengaruhi postur tubuh secara keseluruhan.
Sandal Jepit Tidak Memberikan Dukungan yang Cukup
Menurut Dr. Bob Baravarian, seorang direktur layanan kaki dan pergelangan kaki di Docs Health, Los Angeles, sandal jepit umumnya tidak melekat dengan baik pada kaki. Tali yang ada di bagian depan membuat pengguna harus mencengkeram sandal dengan jari kaki agar tidak terlepas. Kebiasaan ini dapat memberikan tekanan berlebih pada kaki.
Dr. Baravarian menambahkan bahwa sandal jepit yang minim dukungan dapat meningkatkan tekanan pada tulang dan persendian, sehingga meningkatkan risiko cedera akibat tekanan berulang. Dr. Suzanne C. Fuchs, seorang podiatris dan ahli bedah kaki, juga menyatakan bahwa penggunaan sandal jepit dalam waktu lama dapat memengaruhi cara seseorang berjalan. “Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan kelelahan dan nyeri serta memperburuk kondisi seperti plantar fasciitis, tendinitis, metatarsalgia, atau masalah kaki yang sudah ada,” ungkapnya.
Dampak pada Mekanisme Berjalan dan Postur Tubuh
Selain memengaruhi kesehatan kaki, sandal jepit yang digunakan terlalu lama juga dapat memengaruhi mekanisme berjalan. Untuk menjaga sandal tetap di tempatnya, jari-jari kaki harus terus bekerja mencengkeram alas kaki setiap kali melangkah. Dr. Baravarian menjelaskan bahwa kebiasaan ini dapat memberikan tekanan pada pergelangan kaki, lutut, pinggul, dan punggung bagian bawah.
Dr. Fuchs menambahkan bahwa kaki merupakan bagian dasar dari rantai gerak tubuh. Ketika alas kaki mengubah cara kaki menyentuh permukaan, bagian tubuh lain juga harus beradaptasi. “Ketika alas kaki mengubah cara kaki menyentuh permukaan dan cara kamu berjalan, kompensasi dapat terjadi lebih jauh di sepanjang rantai gerak,” jelasnya. Penelitian menunjukkan bahwa sandal jepit dapat memengaruhi panjang langkah dan sudut pergelangan kaki saat berjalan.
Meskipun sandal jepit tidak secara otomatis menyebabkan postur buruk, penggunaan yang rutin dalam waktu lama dapat berkontribusi terhadap perubahan cara berjalan.
Pilih Alas Kaki yang Lebih Mendukung
Para podiatris tidak menyarankan untuk sepenuhnya menghindari sandal jepit. Penggunaannya untuk aktivitas singkat masih dianggap wajar, tetapi sebaiknya tidak dijadikan alas kaki utama sepanjang hari di rumah. Sebagai alternatif, pilihlah alas kaki yang memiliki sol stabil, bantalan yang cukup, dan penyangga lengkung kaki yang baik.
Dr. Baravarian merekomendasikan untuk memilih alas kaki dengan bagian atas yang lebih lebar atau tali yang lebih dekat dengan pergelangan kaki. Sementara itu, Dr. Anne Sharkey, seorang ahli penyakit kaki, menyarankan penggunaan sandal dengan tali belakang agar kaki tidak mudah bergeser. “Sol dalam yang mengikuti bentuk kaki membantu menopang kaki dan mendistribusikan tekanan secara merata,” ujarnya.
Dr. Sharkey juga mengingatkan bahwa bantalan tebal tidak selalu berarti alas kaki tersebut memberikan dukungan yang baik. Pastikan alas kaki tetap menempel pada kaki saat digunakan berjalan. Jika tumit terangkat tetapi alas kaki masih tertinggal di lantai, pengguna harus berusaha mencengkeramnya agar tetap menempel pada kaki. Oleh karena itu, pemilihan alas kaki di rumah sebaiknya tidak hanya berdasarkan kenyamanan, tetapi juga kemampuan untuk menopang kaki dengan baik. Jika memungkinkan, berjalan tanpa alas kaki juga bisa menjadi pilihan jika sandal yang digunakan tidak memberikan dukungan yang memadai.