JAKARTA - Terlalu sering terpapar sinar ultraviolet (UV) tanpa perlindungan yang tepat dapat mengakibatkan dampak yang jauh lebih serius daripada sekadar kulit terbakar. Dermatolog, dr. Hafiza Fathan, Sp.DVE, FINSDV, menjelaskan bahwa paparan berlebihan terhadap sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kulit secara bertahap, yang tidak hanya terlihat di permukaan tetapi juga dapat mempengaruhi bagian yang lebih dalam hingga tingkat DNA.
Risiko Kesehatan Kulit akibat Paparan UV
“Sekitar 70 hingga 80 persen penyebab penuaan kulit disebabkan oleh photo aging. Hal ini berpotensi merusak DNA kulit,” ungkapnya dalam acara Wardah AM Club di Jakarta Pusat. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan perlindungan terhadap paparan sinar UV sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Menurut dr. Hafiza, paparan sinar UV memiliki berbagai risiko bagi kesehatan kulit. Kerusakan dapat muncul dalam bentuk yang terlihat maupun gangguan di lapisan kulit yang lebih dalam. “UV itu ada risiko kanker, photo damage, sunburn. Sebenarnya yang paling ringan itu akan menyebabkan kerusakan kulit bagian luar seperti inflamasi dan bengkak,” jelasnya.
Efek Sunburn dan Photo Damage
Sunburn atau kulit terbakar akibat paparan sinar matahari adalah salah satu efek yang paling mudah dikenali. Kulit dapat mengalami kemerahan, terasa panas, dan menimbulkan ketidaknyamanan setelah terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi. Sementara itu, photo damage atau kerusakan kulit akibat paparan UV dapat terjadi secara perlahan dan berkontribusi terhadap perubahan kulit yang berkaitan dengan proses penuaan. Kerusakan akibat paparan UV tidak berhenti pada permukaan kulit; dr. Hafiza menambahkan bahwa paparan tersebut dapat merusak hingga ke tingkat DNA, yang berpotensi menyebabkan kanker kulit.
Selama ini, banyak orang lebih fokus pada paparan sinar matahari yang langsung menyebabkan kulit terbakar. Namun, dr. Hafiza mengingatkan bahwa paparan dengan intensitas lebih rendah tetapi berlangsung berulang kali juga perlu diperhatikan. “Banyak orang takutnya hanya pada efek sunburn, intensitas UV tinggi yang bikin kulit terbakar. Padahal, yang harus lebih dikhawatirkan adalah UV exposure yang sedikit tapi terus menerus sepanjang hari,” ujarnya.
Paparan tersebut dapat terjadi dalam berbagai aktivitas harian, seperti saat berjalan kaki, berkendara, atau berolahraga di luar ruangan. Karena berlangsung berulang, paparan sinar UV yang mungkin tidak langsung menimbulkan sunburn tetap perlu diwaspadai. Efek kerusakan akibat paparan UV dapat terakumulasi dan berkontribusi terhadap perubahan kondisi kulit dalam jangka panjang.
Pentingnya Menggunakan Sunscreen
dr. Hafiza menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap penggunaan sunscreen. Produk ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan kecantikan atau penampilan kulit. “Maka, kita tidak boleh pandang sebelah mata. Jangan anggap sunscreen hanya produk kecantikan semata, tapi ini adalah bagian dari daily photo protection,” tuturnya. Penggunaan sunscreen secara rutin menjadi salah satu bentuk perlindungan kulit dari paparan sinar UV dalam aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki rutinitas aktif di luar ruangan.
Dengan demikian, menjaga kulit dari paparan sinar matahari tidak cukup hanya dengan menghindari sunburn. Risiko yang lebih jauh, seperti photo aging, kerusakan kulit, hingga potensi kanker kulit, juga menjadi alasan penting untuk menjadikan perlindungan terhadap UV sebagai bagian dari rutinitas harian.