Jakarta - Pada awal tahun 2026, lini komersial ASUS menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan berhasil menguasai 17% pangsa pasar di Indonesia. Peningkatan ini terjadi bersamaan dengan perkembangan pasar PC yang lebih luas di kuartal pertama tahun ini.
Country Product Marketing Manager ASUS Indonesia, Aldy Ramadiansyah, mengungkapkan bahwa ASUS Business kini menempati posisi ketiga dalam pasar PC komersial di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 17%. Data ini diambil dari riset yang dilakukan oleh International Data Corporation (IDC) untuk tahun 2026. Pencapaian ini melanjutkan tren positif yang telah ditunjukkan oleh lini komersial ASUS dalam beberapa tahun terakhir, di mana sebelumnya mereka berada di peringkat kedelapan pada tahun 2023, kemudian naik ke posisi keenam pada 2024, dan keempat pada 2025.
Pencapaian ASUS di Segmen Komersial
Di tahun yang sama, ASUS juga meraih posisi teratas dalam kategori PC komersial All-in-One, menempati posisi kedua di segmen usaha kecil dan menengah (SMB), serta peringkat ketiga di segmen pemerintahan. Meskipun ASUS telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2003, lini komersial mereka baru diluncurkan di Tanah Air pada tahun 2023. Aldy menyatakan, "Kita lumayan anak baru di lini commercial, semoga bisa segera mengimbangi saudara kita di lini consumer."
Untuk memenuhi kebutuhan bisnis, ASUS menawarkan beragam kategori perangkat, termasuk laptop ExpertBook, desktop dan All-in-One ExpertCenter, workstation, Mini PC atau NUC, server, serta perangkat jaringan bisnis. Perusahaan ini juga menyediakan beberapa perangkat komersial dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%, yang mencakup laptop ExpertBook dan desktop serta All-in-One ExpertCenter.
Tren Pertumbuhan Pasar PC di Indonesia
Pertumbuhan yang dialami ASUS terjadi di saat pasar PC Indonesia secara keseluruhan juga mencatatkan kenaikan di awal tahun. IDC melaporkan bahwa pengiriman PC di Indonesia mencapai 982 ribu unit pada kuartal I 2026, meningkat 9,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka ini mencakup pengiriman desktop, notebook, dan workstation. Menurut IDC, pertumbuhan ini didorong oleh percepatan pembelian baik di sektor konsumen maupun komersial, di mana distributor mempercepat pengadaan stok untuk mengantisipasi kenaikan harga akibat meningkatnya biaya komponen dan pasokan yang semakin ketat.
Secara keseluruhan, ASUS memimpin pasar PC di Indonesia pada kuartal I 2026 dengan pangsa pasar 21,9%, diikuti oleh Lenovo yang memiliki pangsa 21,4%. Namun, IDC mengingatkan bahwa pertumbuhan yang kuat di awal tahun ini tidak serta-merta akan berlanjut hingga akhir 2026. Senior Market Analyst Devices Research IDC, Leonard Adiarto Sudjono, menyatakan bahwa Indonesia tetap menjadi pasar strategis bagi vendor PC, meskipun tekanan dari kondisi ekonomi makro dan kelangkaan komponen diperkirakan akan terus mendorong kenaikan harga perangkat.
Leonard menambahkan, "Hambatan makroekonomi dan kelangkaan komponen yang masih berlangsung diperkirakan akan terus mendorong kenaikan harga, yang kemungkinan akan memicu penurunan permintaan dalam waktu dekat." IDC memprediksi bahwa pengiriman PC pada kuartal II akan turun sebesar 12,5%, dengan penurunan yang lebih dalam diperkirakan terjadi pada paruh kedua tahun ini, yaitu 35,4% pada kuartal III dan 40,6% pada kuartal IV. Secara keseluruhan, IDC memproyeksikan bahwa pasar PC Indonesia akan menyusut sebesar 22,9% sepanjang tahun 2026, dengan berbagai faktor seperti tingginya persediaan di saluran distribusi, melemahnya penjualan kepada pengguna akhir, fluktuasi nilai tukar, serta tekanan ekonomi makro yang mempengaruhi pasar sepanjang sisa tahun ini.