Lifestyle

Apakah Minum Es Saat Haid Menyebabkan Pembekuan Darah? Simak Penjelasan Dokter

Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi makanan atau minuman dingin saat menstruasi dapat mengganggu siklus haid. Namun, seorang dokter menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar.

D
Daniel Kristianto
02 November 2026 7 pembaca
ilustrasi minum air dingin atau air es disebut sebabkan penyakit batuk dan pilek.(canva.com)
ilustrasi minum air dingin atau air es disebut sebabkan penyakit batuk dan pilek.(canva.com)

Keyakinan bahwa konsumsi makanan atau minuman bersuhu dingin saat menstruasi bisa mengganggu siklus haid masih banyak diyakini oleh masyarakat. Salah satu mitos yang beredar adalah bahwa mengonsumsi air es atau makanan dingin dapat menyebabkan darah menstruasi membeku di dalam rahim, sehingga membuat darah sulit keluar dan mengakibatkan menstruasi tidak lancar atau berlangsung lebih lama. Akibatnya, banyak perempuan yang memilih untuk menghindari es, air dingin, dan makanan dari lemari pendingin selama periode menstruasi. Namun, apakah benar makanan dan minuman bersuhu rendah dapat memengaruhi siklus menstruasi? Apakah perempuan perlu khawatir tentang hal ini?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Dr. dr. Kanadi Sumapradja, Sp.OG, Subsp. F.E.R, M.Sc, memberikan penjelasan mengenai siklus menstruasi dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

Minuman Dingin Tidak Mengganggu Menstruasi

Dokter Kanadi menjelaskan bahwa makan dan minum adalah kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu, perempuan tidak perlu langsung menganggap bahwa makanan atau minuman dingin adalah penyebab gangguan pada siklus menstruasi. “Saya pikir semua orang perlu makan dan perlu minum,” ungkap Dokter Kanadi saat diwawancarai dalam acara Masa Menopause Lebih Bahagia di Greyhound Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026). Ketika ditanya mengenai pengaruh minuman dingin atau es terhadap menstruasi, ia menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar. “Sayangnya itu tidak tepat,” ujarnya.

Menurut Dokter Kanadi, yang lebih penting untuk diperhatikan adalah jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dapat menyebabkan peningkatan berat badan, yang kemudian berdampak pada perubahan metabolisme tubuh. Perubahan ini dapat memengaruhi kesehatan reproduksi perempuan, termasuk proses pelepasan sel telur.

Konsumsi Karbohidrat Berlebihan dan Dampaknya

Dokter Kanadi juga menekankan bahwa konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan, yang berpotensi menimbulkan gangguan metabolisme, seperti resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik. Hal ini dapat berkaitan dengan gangguan fungsi reproduksi, termasuk pematangan dan pelepasan sel telur. “Makan makanan sesuatu yang berlebihan dan kemudian menimbulkan perubahan berat badan, lalu kemudian menimbulkan gejala metabolik seperti berat badan berlebihan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan berat badan yang disertai dengan gangguan metabolisme dapat memengaruhi proses reproduksi perempuan. “Lalu kemudian menimbulkan kondisi yang salah satu disebut sebagai resistensi terhadap hormon insulin,” ujarnya.

Dokter Kanadi juga mengingatkan tentang kebiasaan mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan, yang dapat mengakibatkan penumpukan jaringan lemak dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. “Peningkatan berat badan karena mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan dan kemudian terjadi penumpukan jaringan lemak yang berlebihan, ini akan berpotensi menimbulkan gangguan,” ungkapnya.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa makanan dan minuman dapat berhubungan dengan kesehatan reproduksi, tetapi bukan karena suhunya yang dingin. Gangguan metabolisme akibat pola makan yang tidak seimbang menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi proses reproduksi perempuan. Oleh karena itu, perempuan tidak perlu menghindari air es hanya karena sedang menstruasi. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan yang seimbang dan memperhatikan perubahan berat badan untuk menjaga kesehatan metabolisme.

Artikel Terkait