KOMPAS.com - Apakah Anda pernah mengalami kulit kepala yang lebih banyak mengelupas setelah mengganti sampo? Banyak orang yang mengaitkan kondisi ini dengan sampo baru yang digunakan. Namun, Dr. Karuna Malhotra, seorang dokter kulit, menyatakan bahwa mengganti sampo tidak secara langsung menyebabkan ketombe. Sebaliknya, produk baru bisa saja memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya pada kulit kepala.
“Ketombe terutama disebabkan oleh jamur Malassezia, produksi minyak, serta sensitivitas kulit kepala. Mengganti sampo dapat menyingkap, merangsang, atau memperkuat kecenderungan yang sudah ada,” jelas Malhotra. Oleh karena itu, pengelupasan kulit kepala setelah berganti sampo tidak selalu menandakan adanya ketombe.
Faktor Penyebab Ketombe
Ketombe dipicu oleh berbagai faktor, termasuk keberadaan jamur Malassezia, produksi minyak berlebih, dan sensitivitas kulit kepala. Pergantian sampo dapat membuat kondisi ini lebih terlihat, karena formula baru mungkin memiliki tingkat pembersihan atau kelembapan yang berbeda, yang dapat mengubah keseimbangan kulit kepala.
Sampo yang terlalu mengeringkan dapat mengganggu kelembapan kulit kepala dan memicu pengelupasan, yang bisa tampak seperti ketombe. Sebaliknya, formula yang lebih kaya atau melembabkan dapat meninggalkan residu yang mendukung pertumbuhan jamur pada orang yang rentan terhadap ketombe. Selain itu, menghentikan penggunaan sampo antiketombe yang biasa digunakan juga dapat menyebabkan pengelupasan kembali muncul.
Iritasi Kulit Kepala Setelah Mengganti Sampo
Beberapa bahan dalam sampo, seperti pewangi, sulfat, atau bahan aktif lainnya, dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang. Iritasi ini dapat menyerupai ketombe karena menimbulkan serpihan kulit. Namun, biasanya ada perbedaan dalam waktu munculnya dan gejalanya. Kulit kepala yang teriritasi setelah menggunakan sampo baru bisa terasa lebih kencang, kering, atau sedikit perih.
Keluhan ini cenderung muncul setelah penggunaan produk dan dapat mereda ketika produk dihentikan atau kulit kepala mulai beradaptasi. Menurut Malhotra, kulit kepala biasanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu untuk menyesuaikan diri dengan produk baru. Oleh karena itu, pengelupasan yang terjadi di awal tidak selalu berarti sampo tersebut tidak cocok.
Ketombe biasanya tidak hanya muncul sesekali setelah mengganti produk. Malhotra menjelaskan bahwa ketombe ditandai dengan serpihan yang cenderung berminyak, disertai rasa gatal atau kemerahan, serta muncul secara berulang. Di sisi lain, pengelupasan akibat iritasi lebih berkaitan dengan penggunaan produk tertentu.
Jika serpihan hanya muncul setelah berganti sampo dan membaik saat menggunakan produk sebelumnya, kemungkinan besar itu disebabkan oleh iritasi. Namun, jika pengelupasan tetap terjadi meskipun telah mengganti sampo beberapa kali, kondisi ini bisa mengarah pada ketombe atau dermatitis seboroik yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Untuk mengurangi risiko iritasi, Malhotra menyarankan agar sampo baru diperkenalkan secara bertahap, misalnya dengan mencampurkannya dengan sampo lama selama satu hingga dua minggu. Hindari mengganti beberapa produk sekaligus agar lebih mudah mengetahui penyebab reaksi. Beri waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk melihat respons kulit kepala. Jika pengelupasan tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.