Kesehatan

Apakah LASIK Menjamin Mata Normal Selamanya? Simak Penjelasan Dokter Ini

Banyak individu dengan masalah penglihatan minus yang mempertimbangkan prosedur laser vision correction seperti LASIK untuk menghilangkan ketergantungan pada kacamata. Namun, apakah hasilnya akan bert...

Y
Yusuf Ahmad Pratama
23 June 2026 22 pembaca
Apakah LASIK Menjamin Mata Normal Selamanya? Simak Penjelasan Dokter Ini
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Banyak orang yang memiliki mata minus merasa tertarik untuk menjalani prosedur koreksi penglihatan dengan laser seperti LASIK atau SMILE Pro, dengan harapan dapat terbebas dari penggunaan kacamata dan lensa kontak. Prosedur ini memang dirancang untuk memperbaiki gangguan refraksi dan meningkatkan kejelasan penglihatan. Namun, apakah mata akan tetap normal secara permanen setelah menjalani prosedur tersebut?

Tujuan dari Laser Vision Correction

Dokter Konsultan Spesialis Mata dari Mayapada Eye Centre (MEC), dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M (K), menjelaskan bahwa laser vision correction bertujuan untuk mengembalikan kondisi mata ke keadaan yang ideal. Meskipun demikian, prosedur ini tidak menghentikan proses penuaan alami yang terjadi pada mata seiring bertambahnya usia.

Menurut dr. Ucok, baik LASIK maupun SMILE Pro dirancang untuk memperbaiki kelainan refraksi seperti mata minus, silinder, dan kondisi lain yang mengganggu penglihatan. “Laser vision correction baik melalui SMILE Pro ataupun LASIK itu hanya me-restart ke kondisi ideal mata. Kondisi yang bisa kami capai dari tindakan tersebut adalah netral,” jelasnya dalam sebuah acara Media Gathering di Jakarta Pusat.

Penuaan dan Perubahan Penglihatan

Prosedur ini tidak membuat mata kebal terhadap perubahan di masa depan. Laser vision correction bekerja dengan mengoreksi kondisi mata pada saat prosedur dilakukan, sehingga pasien dapat melihat dengan lebih baik tanpa bantuan alat koreksi penglihatan. Dr. Ucok menekankan bahwa setelah koreksi, perkembangan kondisi mata tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, kebiasaan, dan gaya hidup. “Setelah itu, kondisi mata yang dikoreksi bisa saja mengalami penuaan atau penambahan minus tergantung kebiasaan dan gaya hidup,” tambahnya.

Walaupun penglihatan telah dikoreksi mendekati normal, proses biologis dalam tubuh tetap berlangsung. Seiring bertambahnya usia, mata akan mengalami perubahan. Dr. Ucok menjelaskan bahwa individu yang telah menjalani laser vision correction tetap berisiko mengalami gangguan penglihatan terkait usia, seperti presbiopia yang biasanya mulai dirasakan saat memasuki usia 40 tahun. “Di usia 40 tahun, pasien bisa mengalami mata plus lagi. Seiring bertambahnya usia, risiko katarak juga meningkat. Itu adalah proses alami meskipun sudah dinetralkan,” ungkapnya.

Perubahan penglihatan sering kali terjadi secara bertahap, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa penglihatan mereka memburuk. Dr. Ucok menambahkan, “Kemampuan melihat dekat kita pelan-pelan berkurang, dan itu bisa dirasa. Kecuali kalau di awal-awal 40-an terus diabaikan dan merasa masih mampu.” Penurunan kemampuan melihat objek dekat biasanya berlangsung perlahan, dan pada awalnya, beberapa orang mungkin masih bisa beradaptasi tanpa menyadari adanya perubahan.

Masyarakat perlu memahami bahwa laser vision correction bukanlah solusi untuk menghentikan penuaan mata. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi penglihatan saat ini, sementara perubahan akibat usia tetap dapat terjadi dan merupakan bagian dari proses alami kesehatan mata seseorang.

Artikel Terkait