Kesehatan

Apakah Kekurangan Cairan Dapat Memicu Kemarahan? Simak Penjelasan Dokter

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat berdampak pada suasana hati dan konsentrasi, menurut seorang dokter spesialis gizi klinik. Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan agar kesehatan mental dan fisi...

M
Maria Gabriella
27 June 2026 45 pembaca
Apakah Kekurangan Cairan Dapat Memicu Kemarahan? Simak Penjelasan Dokter
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Banyak orang sering mengaitkan suasana hati yang buruk dengan faktor-faktor seperti stres, kurang tidur, atau tekanan dari pekerjaan. Namun, satu aspek yang sering diabaikan adalah kecukupan cairan dalam tubuh. Kekurangan asupan air tidak hanya menyebabkan rasa haus, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi otak yang berperan dalam konsentrasi, pengambilan keputusan, dan pengaturan emosi.

Dampak Kekurangan Cairan Terhadap Konsentrasi

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut Hafiah, Sp.GK, menjelaskan bahwa kekurangan cairan dapat berdampak negatif pada suasana hati. Hal ini dikarenakan cairan memiliki peranan penting dalam mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk kinerja otak dan keseimbangan hormon. Menurut dr. Cut, salah satu efek pertama yang dirasakan ketika tubuh kekurangan cairan adalah menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi. Otak memerlukan hidrasi yang cukup agar dapat berfungsi secara optimal.

“Kekurangan bisa membuat seseorang kurang fokus beraktivitas, karena fungsi utama cairan itu selain untuk saluran cerna juga untuk otak,” ungkap dr. Cut dalam acara Media Gathering Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA, di Jakarta Selatan. Ketika konsentrasi menurun, individu dapat lebih mudah melakukan kesalahan, membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas, atau merasa cepat lelah saat menjalani aktivitas sehari-hari. Dampak ini tidak hanya dirasakan saat bekerja, tetapi juga saat belajar, mengemudi, atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan perhatian penuh. Oleh karena itu, menjaga kecukupan cairan menjadi cara sederhana untuk mendukung fungsi otak agar tetap optimal sepanjang hari.

Kondisi Emosional dan Hidrasi

Selain memengaruhi konsentrasi, dr. Cut juga menjelaskan bahwa kekurangan cairan dapat berdampak pada kondisi emosional seseorang. Ketika aktivitas sehari-hari terasa lebih berat akibat tubuh yang tidak berfungsi secara optimal, suasana hati pun akan terpengaruh. “Tentu kurang cairan bisa memengaruhi kondisi mood seseorang, karena pada saat kita kurang fokus dan tidak bisa melakukan aktivitas harian dengan lancar, maka akan mengganggu mood dan hormon,” jelasnya.

Perubahan suasana hati ini berkaitan dengan gangguan pada keseimbangan hormon di dalam tubuh. Salah satu hormon yang berperan dalam mengatur suasana hati dapat terpengaruh saat tubuh mengalami dehidrasi. “Hormon dalam tubuh, salah satunya untuk memperbaiki mood, yaitu hormon serotonin bisa terganggu sehingga jadi lebih moody,” tambah dr. Cut. Hal ini dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah tersinggung, kurang sabar, atau merasakan perubahan emosi yang tidak stabil. Meskipun demikian, perubahan suasana hati juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti kualitas tidur, tingkat stres, kondisi kesehatan, dan pola hidup secara keseluruhan.

Jika kekurangan cairan berlangsung dalam waktu yang lama, dampaknya dapat lebih parah. Dr. Cut menjelaskan bahwa dehidrasi dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. “Itulah mengapa kalau kita sedang kekurangan cairan di tubuh jadi terhambat aktivitas hariannya,” ujarnya. Kondisi ini dapat semakin memburuk jika tubuh juga kekurangan elektrolit, yang berperan dalam membantu berbagai fungsi penting, termasuk kerja otot dan sistem saraf.

“Efeknya kalau dehidrasi dalam waktu yang panjang itu aktivitas harian terganggu, tidak bisa berkonsentrasi, hingga badan akan terasa kaku. Kekurangan elektrolit membuat tubuh tidak bisa menjalankan fungsinya dengan optimal,” tutup dr. Cut. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan setiap hari tidak hanya untuk menghindari rasa haus, tetapi juga untuk menjaga fungsi otak, mendukung keseimbangan hormon, serta mempertahankan kondisi fisik dan mental agar tetap prima. Dengan membiasakan diri untuk minum air secara teratur, risiko dehidrasi yang dapat memengaruhi produktivitas dan suasana hati pun dapat diminimalkan.

Artikel Terkait