Lifestyle

Apakah Air Berkarbonasi Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan? Simak Penelitian Ini

Air berkarbonasi tanpa gula dianggap sebagai alternatif lebih sehat dibandingkan minuman bersoda. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa sparkling water mungkin dapat membantu dalam program penurunan...

K
Kartika Sari Dewi
14 July 2026 74 pembaca
Apakah Air Berkarbonasi Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan? Simak Penelitian Ini
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Air berkarbonasi, atau sparkling water, sering dipilih sebagai pilihan minuman yang lebih sehat dibandingkan dengan soda. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa minuman ini mungkin berkontribusi dalam program penurunan berat badan, meskipun efek yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Penelitian yang dimuat dalam jurnal BMJ Nutrition, Prevention & Health menemukan bahwa karbon dioksida (CO2) dalam sparkling water diduga dapat meningkatkan penyerapan glukosa dan metabolisme dalam sel darah merah.

Temuan Penelitian Terkait Sparkling Water

Dalam penelitian ini, para peneliti mengembangkan studi berdasarkan penelitian sebelumnya tentang hemodialisis yang dilakukan oleh Akira Takahashi dan timnya pada tahun 2004. Dalam proses hemodialisis, karbon dioksida masuk ke dalam darah, mirip dengan proses yang terjadi saat seseorang mengonsumsi minuman berkarbonasi. Berdasarkan mekanisme ini, peneliti menduga bahwa CO2 dalam sparkling water dapat mendukung penyerapan glukosa, yang pada gilirannya dapat membantu penurunan berat badan.

Takahashi menegaskan bahwa manfaat sparkling water sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan. "CO2 dalam air berkarbonasi mungkin dapat mendukung penurunan berat badan," ungkapnya. Namun, ia juga menekankan bahwa sparkling water tidak dapat dijadikan satu-satunya solusi untuk menurunkan berat badan. "Pola makan seimbang dan aktivitas fisik secara teratur tetap menjadi komponen penting dalam pengelolaan berat badan yang berkelanjutan," tambahnya.

Efek Sparkling Water pada Rasa Kenyang

Studi ini juga menunjukkan bahwa sparkling water dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Hal ini disebabkan oleh gas yang dilepaskan di lambung, yang dapat menyebabkan peregangan pada bagian bawah lambung, sehingga memicu rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar. Namun, efek ini hanya berlaku untuk sparkling water yang tidak mengandung gula atau pemanis, berbeda dengan minuman bersoda manis.

Emily Morse, seorang pelatih gaya hidup dan penurunan berat badan, menyatakan bahwa meskipun sparkling water memiliki manfaat, efeknya tergolong kecil. "Sparkling water mungkin dapat membantu seseorang dalam program penurunan berat badan, tetapi manfaatnya sangat kecil. Pada akhirnya, pilihan antara air putih biasa atau sparkling water lebih tergantung pada preferensi individu," ujarnya. Ia menambahkan bahwa saat mengurangi asupan kalori, minuman rendah kalori yang berkarbonasi dapat membantu membuat perut terasa lebih penuh, sehingga mengurangi keinginan untuk ngemil.

Para ahli mengingatkan agar tidak hanya mengandalkan sparkling water untuk menurunkan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa efek CO2 terhadap penurunan berat badan terlalu kecil untuk memberikan perubahan yang signifikan jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat. Morse juga menekankan bahwa beberapa orang mungkin mengalami efek samping seperti perut kembung setelah mengonsumsi minuman berkarbonasi. Ia menyarankan untuk memilih sparkling water yang bebas dari gula tambahan, pemanis buatan, dan bahan tambahan lainnya.

Ahli gizi Alanna Waldron juga menyarankan agar memilih produk sparkling water dengan komposisi yang sederhana. Bagi mereka yang tidak menyukai sparkling water, air putih tetap merupakan pilihan yang sangat baik. "Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat sangat membantu dalam perjalanan penurunan berat badan. Jadi, apakah Anda lebih nyaman dengan air putih biasa atau sparkling water, pilihlah yang paling sesuai untuk Anda," ungkapnya.

Artikel Terkait