Seringkali kita tahu apa yang perlu dilakukan, namun tetap merasa sulit untuk memulai. Atau mungkin Anda sudah membuat daftar tugas, tetapi justru menghabiskan waktu untuk hal-hal lain. Situasi ini umum dialami oleh banyak individu. Meskipun sering dihubungkan dengan rasa malas, penurunan motivasi tidak selalu disebabkan oleh kurangnya keinginan. Faktor seperti kelelahan mental, ketakutan akan kegagalan, dan cara seseorang memandang diri sendiri juga dapat memengaruhi semangat untuk bertindak. Psikoterapis dari Verywell Mind, Amy Morin, LCSW, menyatakan bahwa memahami cara kerja motivasi dapat membantu seseorang untuk kembali melangkah menuju tujuan yang ingin dicapai. "Motivasi tidak selalu datang lebih dulu. Sering kali, tindakan justru mendahului motivasi," ungkap Morin.
Langkah-Langkah Membangun Motivasi
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membangkitkan kembali motivasi. Pertama, mulailah bertindak meski Anda belum merasa termotivasi. Banyak orang menunggu hingga merasa bersemangat sebelum mulai bekerja. Namun, pendekatan ini justru dapat membuat seseorang semakin lama menunda pekerjaan. Cobalah untuk bertindak seolah-olah Anda sudah memiliki motivasi, misalnya dengan membuka laptop, mengenakan pakaian olahraga, atau mulai mengerjakan tugas selama beberapa menit. Perubahan perilaku sederhana ini dapat memengaruhi emosi dan membantu memunculkan motivasi secara bertahap.
Kedua, terapkan aturan 10 menit. Jika suatu pekerjaan terasa terlalu berat, berkomitmenlah untuk mengerjakan tugas tersebut selama 10 menit. Setelah waktu tersebut berakhir, Anda dapat memutuskan apakah ingin melanjutkan atau berhenti. Menurut Morin, bagian tersulit dari sebuah pekerjaan biasanya adalah memulai. Setelah berhasil melewati beberapa menit pertama, banyak orang merasa lebih mudah untuk melanjutkan.
Mengatasi Pikiran Negatif dan Meningkatkan Kesehatan Diri
Ketiga, tantang pikiran negatif yang muncul. Pikiran seperti "Saya pasti gagal" atau "Pekerjaan ini terlalu sulit" dapat menghambat motivasi. Morin menyarankan untuk mencoba melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda. Alih-alih meyakini bahwa Anda akan gagal, pikirkan alasan mengapa Anda memiliki peluang untuk berhasil. Cara ini dapat membantu mengurangi pola pikir pesimistis dan meningkatkan rasa percaya diri.
Keempat, latih sikap welas asih terhadap diri sendiri. Banyak orang berpikir bahwa mengkritik diri sendiri akan membuat mereka lebih termotivasi, namun anggapan ini tidak selalu benar. Morin mengutip penelitian yang dilakukan oleh psikolog Kristin Neff di University of California pada 2011, yang menunjukkan bahwa sikap welas asih terhadap diri sendiri dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk bangkit setelah mengalami kegagalan. Cobalah untuk berbicara kepada diri sendiri seperti Anda menghibur seorang teman yang sedang menghadapi masalah.
Kelima, berjalan di alam terbuka juga dapat membantu meningkatkan motivasi. Morin mengutip penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine pada 2013, yang menemukan bahwa berjalan di taman dapat membantu mengurangi kelelahan mental. Pikiran yang lebih segar memudahkan seseorang untuk kembali fokus saat menyelesaikan pekerjaan.
Keenam, susun kembali daftar pekerjaan yang Anda miliki. Daftar tugas yang terlalu panjang dapat membuat seseorang merasa kewalahan. Oleh karena itu, evaluasi kembali daftar pekerjaan Anda, prioritaskan tugas yang paling penting, dan pecah pekerjaan besar menjadi langkah-langkah kecil agar lebih mudah dikerjakan. Dengan target yang lebih realistis, motivasi biasanya akan lebih mudah muncul.
Ketujuh, jaga kesehatan fisik dan mental Anda. Kondisi tubuh sangat memengaruhi motivasi. Kurang tidur, pola makan yang tidak seimbang, atau stres berkepanjangan dapat mengurangi energi, sehingga menyulitkan seseorang untuk berkonsentrasi dan menyelesaikan pekerjaan. Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menyisihkan waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang disukai.
Kedelapan, berikan penghargaan kepada diri sendiri setelah menyelesaikan tugas. Memberikan apresiasi tidak harus berupa hal yang besar. Anda bisa menikmati secangkir kopi favorit, beristirahat sejenak, membaca buku, atau menonton satu episode serial kesukaan setelah mencapai target harian. Cara ini dapat membuat otak mengaitkan pekerjaan dengan pengalaman yang menyenangkan, sehingga Anda lebih termotivasi untuk menyelesaikan tugas berikutnya.
Secara keseluruhan, motivasi bukanlah sesuatu yang selalu muncul dengan sendirinya. Dalam banyak situasi, motivasi justru tumbuh setelah seseorang mulai mengambil tindakan. Namun, jika motivasi terus menurun selama berminggu-minggu dan mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional kesehatan mental, karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah psikologis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.