Kamu mungkin pernah berjanji untuk segera menyelesaikan pekerjaan setelah menonton satu video lagi, tetapi justru berakhir dengan bersantai lebih lama dari yang direncanakan. Jangan khawatir, banyak orang mengalami hal yang sama dan ini bukan tanda bahwa kamu malas. Terkadang, pendekatan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan menerapkan strategi yang sesuai dengan cara kerja otak kita. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan, yang dirangkum dari berbagai sumber.
Strategi Kecil untuk Memulai
Salah satu cara yang disarankan oleh terapis Risa Williams adalah dengan memulai langkah kecil yang tampak sepele. “Buatlah terdengar begitu mudah sampai-sampai otakmu kesulitan untuk menolaknya. Ketimbang bilang pada diri sendiri bahwa kamu harus menulis satu bab penuh, katakan saja bahwa tugasmu hanyalah membuka dokumen dan mengetik judulnya,” jelasnya. Setelah itu, kamu bisa langsung menutup laptopmu. Menariknya, banyak orang justru akhirnya melakukan lebih dari yang direncanakan, karena memulai adalah bagian yang paling sulit. Williams menyebut teknik ini sebagai “Langkah Pertama yang Sangat Mudah”, yang efektif untuk mengatasi tekanan dari perfeksionisme.
Musik Sebagai Pendorong Semangat
Musik juga bisa menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan semangat kerja. Sam Dylan Finch, seorang pelatih dukungan sebaya, menyarankan untuk membuat daftar putar lagu-lagu yang dapat membangkitkan semangat. “Itu harus berupa lagu-lagu yang, jika kamu mendengarnya di pesta pernikahan, kamu akan secara naluriah berlari ke lantai dansa,” ujarnya. Kombinasi antara musik dan nostalgia dapat merangsang sistem penghargaan di otak, serta membantu mengatur emosi saat menghadapi kebuntuan.
Hitung Mundur untuk Memulai
Jika merasa kesulitan untuk memulai, cobalah teknik menghitung mundur. Finch mendorong kliennya untuk menggunakan isyarat verbal dengan menghitung mundur, disertai dengan gerakan fisik sederhana seperti berdiri atau bertepuk tangan. “Ini adalah apa yang disebut 'tindakan interstisial'. Kita secara fisik memberi isyarat kepada diri sendiri bahwa kita mengakhiri aktivitas sebelumnya dan beralih ke hal lain,” jelasnya.
Musik Sebagai Pengatur Waktu
Selain membangkitkan semangat, musik juga bisa digunakan sebagai pengatur waktu untuk menyelesaikan tugas. “Kita bisa menggunakan ini untuk tugas dan pekerjaan rumah yang harus kita lakukan. Pilih daftar putar yang bisa membangkitkan energi. Rasanya bisa lebih menyenangkan daripada sekadar menggunakan pengatur waktu,” ungkap Williams. Dengan cara ini, kamu benar-benar membatasi durasi kerjamu sesuai dengan lagu yang diputar.
Atasi Stres dengan Memecah Tugas
Di tengah tekanan karier, banyak anak muda yang menjadikan pekerjaan sebagai ukuran nilai diri, padahal identitas seseorang jauh lebih luas. Williams menyarankan untuk memecah tugas menjadi langkah-langkah kecil. “Kamu bisa menilai tugas atau bagian dari tugas dengan cara ini, dan kemudian menyelesaikan bagian yang berintensitas rendah terlebih dahulu,” tuturnya.
Bergerak Sebelum Berpikir
Terlalu banyak berpikir sering kali menghambat produktivitas. Sebagai alternatif, biarkan tubuhmu bergerak. Saat merasa buntu, cobalah berjalan sejenak atau melakukan peregangan. Menggerakkan fisik dapat membantu memutus rantai pikiran yang menghalangi kemajuanmu.
Bicara Sendiri untuk Menambah Fokus
Meskipun terdengar aneh, menarasikan aktivitasmu layaknya seorang komentator dapat menambah keseruan pada rutinitas yang membosankan. Saat menghadapi proyek sulit, bayangkan kamu sedang diwawancarai di masa depan tentang kesuksesanmu hari ini. Cara ini dapat membantu menjaga fokus pada satu langkah di satu waktu.
Rayakan Setiap Keberhasilan Kecil
Jangan ragu untuk merayakan setiap pencapaian kecil, seperti bertepuk tangan setelah mengirim surel yang menegangkan atau berjoget kecil setelah merapikan meja. Perayaan kecil semacam ini akan memperkuat perilaku positif dan memberikan dorongan dopamin karena kamu telah menyelesaikan hal yang tadinya terasa berat. “Kunci utama motivasi adalah membuatnya terasa menyenangkan untuk melakukan hal-hal yang sulit bagimu,” pungkas Williams.