Edukasi

Wamen Stella Christie: Pentingnya Melatih Otak di Era Kecerdasan Buatan

Wakil Menteri Stella Christie menekankan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) tidak boleh menggantikan proses pembelajaran otak manusia, yang perlu dilatih seperti otot.

T
Theresia Agatha Lestari
10 October 2026 60 pembaca
Wamen Stella Christie: Pentingnya Melatih Otak di Era Kecerdasan Buatan
Sumber gambar: zcampus.indozone.id

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Stella Christie, memberikan peringatan mengenai potensi bahaya dari penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai jalan pintas dalam belajar. Dalam sebuah acara di Jakarta, ia menjelaskan bahwa otak manusia harus dilatih secara aktif agar dapat berfungsi dengan baik, sama seperti otot yang memerlukan latihan untuk tetap kuat.

Pentingnya Pembelajaran Aktif

Stella Christie menyatakan bahwa meskipun teknologi AI dapat membantu dalam proses belajar, ketergantungan berlebihan pada teknologi ini dapat menghambat kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Ia menekankan bahwa otak yang tidak dilatih dengan baik akan kehilangan kemampuannya untuk memecahkan masalah secara mandiri.

AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti

Dalam kesempatan tersebut, Wamen juga menegaskan bahwa AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu dalam pendidikan, bukan sebagai pengganti dari proses belajar yang esensial. "Kita perlu memastikan bahwa teknologi ini digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar, bukan untuk menggantikan usaha dan dedikasi yang diperlukan dalam proses pendidikan," ungkapnya.

Stella Christie berharap agar para pendidik dan siswa dapat memanfaatkan kecerdasan buatan dengan bijak, sehingga tetap mengedepankan pengembangan kemampuan berpikir dan kreativitas yang merupakan kunci dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Artikel Terkait