Matt Damon melakukan perubahan fisik yang signifikan selama enam bulan untuk perannya sebagai Odysseus dalam film The Odyssey yang disutradarai oleh Christopher Nolan. Aktor berusia 55 tahun ini mengungkapkan bahwa ia mengikuti pola makan yang ketat, termasuk diet bebas gluten, dan mengatur porsi makannya dengan sangat hati-hati, sehingga berat badannya turun menjadi 167 pon atau sekitar 75 kilogram. Pengalaman diet ini dibagikan Damon saat ia muncul di acara Live with Kelly and Mark, dan dilaporkan oleh Fox News pada 26 Juli 2026.
Perubahan untuk Memenuhi Visi Sutradara
Dalam film tersebut, Damon berperan sebagai Odysseus, pahlawan dari mitologi Yunani yang harus menjalani perjalanan panjang dan penuh tantangan setelah Perang Troya. Ia menjelaskan bahwa perubahan fisiknya dilakukan untuk memenuhi visi Nolan tentang karakter Odysseus. “Dia ingin dia terlihat ramping dan kuat seperti seseorang yang merupakan veteran Perang Troya dan bisa menjaga dirinya sendiri, tetapi tidak akan menolak makanan jika ditawarkan kepadanya,” ungkap Damon, merujuk pada arahan Nolan.
Damon mengakui bahwa mencapai bentuk tubuh yang ramping dan kuat bukanlah hal yang mudah. “Dan itu adalah bentuk tubuh yang paling sulit untuk didapatkan, bentuk tubuh yang ramping dan kuat seperti itu,” tambahnya. Proses transformasi fisik ini menjadi bagian besar dari kehidupannya sehari-hari. “Ini benar-benar mengambil alih hidup saya,” kata Damon.
Rutin Diet dan Tantangan yang Dihadapi
Matt Damon sebelumnya juga membahas perubahan berat badannya dalam podcast New Heights yang dipandu oleh Travis dan Jason Kelce pada Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa berat badannya biasanya berkisar antara 185 hingga 200 pon atau sekitar 84 hingga 91 kilogram. Namun, saat syuting The Odyssey, berat badannya turun hingga 167 pon, yang ia sebut sebagai berat ketika masih di bangku sekolah menengah. Ia menggambarkan rutinitasnya untuk mencapai bentuk tubuh tersebut mirip dengan gaya hidup seorang atlet, di mana ia harus mendedikasikan hampir seluruh waktunya untuk memikirkan kondisi tubuhnya, termasuk makanan yang dikonsumsi. “Semua ditimbang. Semuanya benar-benar sangat disengaja,” ujarnya.
Selain mengatur jumlah makanan, Damon juga memilih untuk menjalani diet bebas gluten selama proses transformasi fisiknya. Ia mengaku tidak menyadari sebelumnya bahwa gluten terdapat dalam banyak makanan dan minuman yang biasa ia konsumsi. Ia menyebut nasi dan kentang sebagai contoh makanan yang bebas gluten, sedangkan roti dan pasta adalah jenis makanan yang harus dihindarinya. Salah satu pengorbanan terbesar bagi Damon adalah berhenti mengonsumsi bir. “Dengar, saya harus berhenti minum bir. Itu sulit,” ungkapnya.
Selama menjalani diet ketat, Damon juga menghadapi situasi yang menantang. Dalam sebuah wawancara dengan People pada Juli 2026, ia menceritakan bahwa saat istri dan keempat putrinya mengunjunginya di lokasi syuting di Italia, ia berjanji untuk makan pasta bersama mereka. Namun, setelah memesan pasta, ia memutuskan untuk menggantinya dengan steak. Meskipun demikian, ia tetap mencicipi pasta yang dipesan keluarganya, tetapi hanya mengambil satu gigitan dari masing-masing hidangan. “Saya benar-benar menjalaninya. Masih empat atau lima bulan lagi. Pada titik ini, semuanya atau tidak sama sekali,” kata Damon.
Pola Makan yang Berlanjut Setelah Syuting
Pola makan bebas gluten yang dijalani Damon tidak langsung berakhir setelah proses produksi The Odyssey selesai. Ketika ditanya mengapa ia tetap menjalani pola makan tersebut, Damon menyatakan bahwa ia merasa kondisi tubuhnya jauh lebih baik. “Saya hanya merasa jauh lebih baik,” ujarnya. Namun, pengalaman transformasi fisik kali ini berbeda dengan perubahan ekstrem yang pernah ia lakukan untuk film lainnya. Pada tahun 1996, Damon pernah menurunkan berat badan sekitar 40 hingga 50 pon dalam waktu sekitar 100 hari untuk perannya dalam film Courage Under Fire. Ia mengakui bahwa penurunan berat badan tersebut dilakukan secara berlebihan dan berdampak buruk bagi kesehatan tubuhnya. Seorang dokter bahkan memperingatkannya tentang risiko penyusutan jantung secara permanen akibat penurunan berat badan yang ekstrem tersebut. “Saya melakukannya terlalu jauh,” akunya.
Damon juga mengalami pusing dan rasa panas yang tiba-tiba saat menjalani proses transformasi tersebut. Karena pengalaman tersebut, ia kini menegaskan tidak akan melakukan perubahan berat badan secara ekstrem dan tidak sehat demi sebuah peran. Dalam wawancara dengan People, Damon menegaskan bahwa perubahan fisiknya untuk The Odyssey tidak dilakukan dengan cara yang tidak sehat. “Saya tidak mengubahnya dengan cara yang tidak sehat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika perubahan yang dilakukan adalah menaikkan berat badan secara ekstrem, hal tersebut justru bisa berbahaya dan bukan sesuatu yang ingin dilakukannya lagi.
Selain menurunkan berat badan dan menjalani diet bebas gluten, Damon juga menumbuhkan janggut panjang selama sekitar satu tahun untuk memerankan Odysseus. Menurutnya, janggut tersebut diperlukan karena karakter yang diperankannya menjalani banyak adegan yang melibatkan air, sehingga penggunaan janggut palsu dianggap tidak praktis. Transformasi fisik dan penampilannya ini merupakan bagian dari usaha Damon untuk menghidupkan sosok Odysseus dalam The Odyssey, film yang mempertemukannya kembali dengan Nolan setelah sebelumnya bekerja sama dalam Interstellar dan Oppenheimer.