Teknologi

Transformasi Belanja Online: AI Gantikan Kolom Pencarian

Perubahan cara berbelanja online kini semakin nyata dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi sebagai asisten belanja pribadi, menggantikan kolom pencarian tradisional.

B
Bayu Triatma
20 June 2026 20 pembaca
AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online Foto: AWS
AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online Foto: AWS

Jakarta - Cara konsumen dalam berbelanja online mengalami perubahan signifikan. Sebelumnya, mereka mengandalkan kolom pencarian untuk menemukan produk yang diinginkan, namun kini kecerdasan buatan (AI) mulai berperan sebagai asisten belanja pribadi yang dapat memahami kebutuhan pengguna melalui interaksi percakapan. Transformasi ini dipicu oleh kemajuan teknologi AI agent atau asisten AI yang mampu berkomunikasi layaknya manusia.

Alih-alih mengetikkan kata kunci seperti "sepatu lari pria" atau "hadiah ulang tahun untuk ibu", pengguna kini hanya perlu menjelaskan kebutuhan mereka, dan AI akan memberikan rekomendasi yang lebih personal serta relevan. Fenomena ini mulai terlihat di sektor ritel global, di mana Amazon melaporkan bahwa lebih dari 300 juta pelanggannya menggunakan fitur asisten belanja berbasis AI sepanjang tahun lalu. Teknologi ini bahkan berhasil menciptakan tambahan penjualan hampir USD 12 miliar atau sekitar Rp 195 triliun.

Inovasi dari Amazon Web Services

Menanggapi tren ini, Amazon Web Services (AWS) telah membuka akses teknologi yang mendasari asisten belanja AI mereka kepada peritel lain melalui solusi yang disebut AWS Agentic Shopping Assistant (ASA). Dengan solusi ini, perusahaan ritel dapat membangun asisten belanja AI mereka sendiri, memanfaatkan data produk, aturan bisnis, dan karakter merek masing-masing.

Menurut AWS, pengalaman belanja yang berbasis percakapan menawarkan keuntungan yang signifikan dibandingkan metode pencarian tradisional. Sesi belanja menggunakan AI dikatakan memiliki tingkat konversi hingga 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan pencarian yang berbasis kata kunci. Hal ini dikarenakan AI tidak hanya mencari produk berdasarkan kata tertentu, tetapi juga memahami konteks kebutuhan pengguna. Sebagai contoh, saat seseorang mencari hadiah ulang tahun, AI dapat menggali informasi tambahan seperti usia penerima, hubungan dengan pemberi hadiah, hingga gaya yang disukai sebelum memberikan rekomendasi produk.

Penerapan Teknologi dalam Dunia Fesyen

Salah satu contoh penerapan teknologi ini adalah dari merek fesyen Kate Spade. Perusahaan ini memanfaatkan AWS ASA untuk menghadirkan layanan Kate Spade AI Gift Concierge, yang berfungsi membantu pelanggan dalam memilih hadiah berdasarkan percakapan natural. Menariknya, layanan ini muncul karena lebih dari separuh konsumen merasa stres saat harus membeli hadiah. AI kemudian membantu mempersempit pilihan dengan menanyakan berbagai detail yang relevan sebelum memberikan rekomendasi produk.

Yang Lu, Chief Information and Digital Officer Tapestry, yang merupakan induk dari Kate Spade, menyatakan bahwa teknologi agentic commerce memiliki potensi untuk memberikan pengalaman baru bagi pelanggan. "Kami sangat antusias dengan berbagai kemungkinan yang dapat dihadirkan oleh agentic commerce bagi pelanggan kami. AWS menghadirkan resepnya, namun kami mengembangkan penyesuaian yang dibutuhkan oleh konsumen secara bersama-sama," jelasnya.

Perkembangan AI agent diperkirakan akan mengubah wajah e-commerce dalam beberapa tahun mendatang. Jika sebelumnya mesin pencari menjadi pintu utama untuk menemukan produk, kini interaksi dengan AI berpotensi menjadi cara baru bagi konsumen untuk berbelanja. AWS bahkan mengingatkan bahwa peritel tidak seharusnya menunda pengembangan pengalaman belanja berbasis percakapan, mengingat ekspektasi pelanggan yang terus berubah. Dengan semakin canggihnya AI generatif, batas antara chatbot, layanan pelanggan, dan personal shopper digital diprediksi akan semakin kabur.

Di masa depan, bukan tidak mungkin kolom pencarian yang selama ini menjadi ciri khas toko online akan tergeser oleh asisten AI yang mampu memahami kebutuhan pelanggan hanya melalui percakapan biasa.

Artikel Terkait