Kesehatan

Tips Mencukur Area Intim Tanpa Menyebabkan Iritasi Menurut Ahli Kulit

Mencukur bulu di area intim menjadi pilihan bagi banyak orang untuk alasan kenyamanan dan estetika. Namun, penting untuk memahami fungsi bulu kemaluan sebelum memutuskan untuk mencukurnya.

D
Danendra Surya
31 July 2026 68 pembaca
Tips Mencukur Area Intim Tanpa Menyebabkan Iritasi Menurut Ahli Kulit
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Mencukur bulu di area intim adalah praktik yang umum dilakukan oleh sebagian orang demi kenyamanan, kebersihan, atau alasan estetika. Namun, sebelum mengambil keputusan untuk mencukur, penting untuk menyadari bahwa bulu kemaluan memiliki peran tertentu bagi tubuh. Menurut dr. Mona Gohara, seorang dokter spesialis kulit dan Associate Clinical Professor Dermatologi di Yale School of Medicine, bulu kemaluan berfungsi sebagai pelindung alami. Ia menjelaskan, "Bulu kemaluan membantu mengurangi gesekan, menangkap kotoran, dan dapat memberikan perlindungan dari iritasi serta infeksi." Selain itu, ketebalan bulu kemaluan juga dipengaruhi oleh faktor genetik, sehingga mencukur bukanlah suatu keharusan. Pilihan untuk membiarkan, merapikan, atau mencukur sepenuhnya tergantung pada preferensi individu.

Langkah-Langkah Mencukur yang Aman

Jika seseorang memutuskan untuk mencukur, proses tersebut harus dilakukan dengan hati-hati, mengingat kulit di area tersebut lebih sensitif dibandingkan bagian tubuh lainnya. Ada beberapa langkah yang dapat diikuti untuk mencukur area intim dengan aman, dimulai dari persiapan hingga perawatan setelah mencukur.

Panduan Mencukur yang Tepat

Salah satu kesalahan umum adalah mencukur pada kulit yang kering. Menurut dr. Mona, mencukur area tubuh, termasuk area intim, sebaiknya tidak dilakukan tanpa air atau pelumas karena hal ini dapat meningkatkan risiko iritasi dan luka. Dr. Amy Wechsler, seorang dokter spesialis kulit di New York, merekomendasikan untuk membasahi kulit dengan air hangat terlebih dahulu, lalu menggunakan sabun mandi atau body wash tanpa pewangi hingga berbusa sebagai persiapan sebelum mencukur. Ia juga menekankan pentingnya menggunakan pisau cukur yang tajam, karena pisau yang tumpul lebih berbahaya. "Pisau tumpul sebenarnya lebih berbahaya karena Anda harus menekan lebih keras agar pisaunya bekerja," jelas dr. Amy.

Sebelum mulai mencukur, jika bulu kemaluan sudah cukup panjang, sebaiknya rapikan terlebih dahulu menggunakan gunting kecil atau alat pemangkas khusus. Langkah ini akan mempermudah proses mencukur dan menghasilkan hasil yang lebih rata. Selain itu, lakukan eksfoliasi ringan menggunakan waslap lembut untuk mengangkat sel kulit mati. Penggunaan kapas yang mengandung asam salisilat sebelum mencukur juga dapat membantu mengurangi risiko rambut tumbuh ke dalam. Setelah itu, oleskan krim cukur atau sabun tanpa pewangi sebagai pelumas, karena produk berpewangi dapat memicu iritasi pada kulit sensitif.

Saat mencukur, lakukan secara perlahan dengan mengikuti arah pertumbuhan rambut. Cara ini membantu mengurangi iritasi dan menekan risiko rambut yang tumbuh ke dalam. Dr. Mona menyarankan untuk menggunakan pisau cukur dengan satu atau dua bilah, karena pisau dengan terlalu banyak bilah dapat memotong rambut terlalu dekat dengan permukaan kulit, yang berpotensi menimbulkan masalah. Pastikan juga untuk menggunakan pisau cukur yang bersih dan bilas secara berkala selama proses mencukur, serta hindari menarik kulit terlalu kencang.

Perawatan Setelah Mencukur

Setelah mencukur, bilas area yang dicukur dengan air hangat hingga sisa krim cukur benar-benar hilang. Keringkan dengan menepuk perlahan menggunakan handuk, bukan dengan menggosoknya. Sebagai langkah akhir, oleskan pelembap atau salep tanpa pewangi pada bagian luar kulit untuk menjaga kelembapan dan mempercepat pemulihan lapisan kulit. Jika setelah mencukur muncul rambut tumbuh ke dalam, dr. Mona menyarankan untuk menggunakan kompres hangat agar rambut lebih mudah keluar ke permukaan kulit. Ia juga menambahkan bahwa krim hidrokortison dosis rendah dapat membantu meredakan peradangan, sementara asam salisilat dapat membantu mengeksfoliasi area di sekitar rambut yang terjebak.

Namun, dr. Mona mengingatkan agar tidak mencungkil atau mencabut benjolan akibat ingrown hair dengan pinset. "Hindari mengorek atau mencabutnya, karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan bekas luka," ungkap dr. Mona.

Artikel Terkait