Lifestyle

Tiga Jenis Latihan yang Wajib Dimasukkan dalam Rutinitas Olahraga Anda

Olahraga tidak hanya terbatas pada kardio, tetapi juga mencakup penguatan otot dan fleksibilitas. Ketiga jenis latihan ini penting untuk disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing individu.

B
Bayu Triatma
08 October 2026 56 pembaca
Ilustrasi olahraga. (Dok. SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi olahraga. (Dok. SHUTTERSTOCK)

Banyak orang beranggapan bahwa olahraga identik dengan aktivitas berlari atau kegiatan yang membuat tubuh berkeringat dan napas terengah-engah. Namun, latihan fisik sebenarnya terdiri dari tiga jenis utama, yaitu kardio, penguatan otot, dan fleksibilitas. Ketiga jenis latihan ini memiliki fokus yang berbeda, sehingga penting untuk disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan tubuh.

Kardio: Tidak Selalu Berlari

Kardio tidak selalu berarti harus berlari atau melakukan latihan dengan intensitas tinggi. Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Andhika Respati, Sp.KO, selama seseorang dapat mempertahankan detak jantung dalam waktu tertentu, latihan tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kardio. Aktivitas seperti jalan cepat atau zumba juga dapat termasuk dalam kategori ini, asalkan mampu meningkatkan detak jantung dalam durasi tertentu. Andhika mengingatkan agar pemula tidak langsung menetapkan target tinggi saat memulai latihan. “Kalau belum bisa awal-awal, nggak apa-apa. Ya, sebisa mungkin dicoba,” ujarnya.

Latihan Kekuatan: Tidak Harus di Pusat Kebugaran

Selain kardio, tubuh juga memerlukan latihan penguatan otot. Latihan ini tidak harus dilakukan di gym, karena banyak gerakan sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Misalnya, menggunakan galon sebagai beban. Latihan kekuatan juga dapat dilakukan dengan berat badan sendiri, seperti melakukan plank atau push-up. Frekuensi latihan penguatan tidak perlu setiap hari; dua kali seminggu sudah cukup, asalkan semua otot terlatih dua kali dalam seminggu. Andhika menekankan pentingnya menyesuaikan beban latihan dengan kemampuan, terutama bagi mereka yang baru memulai olahraga. “Intinya kita harus kenalin dulu, latihannya realistis saja, jangan terlalu dipaksakan,” jelasnya.

Fleksibilitas: Latihan Sehari-hari

Latihan fleksibilitas merupakan jenis latihan ketiga yang dapat dilakukan di sela-sela aktivitas sehari-hari. Menurut Andhika, latihan ini bisa dilakukan dua hingga tujuh kali dalam seminggu. Bahkan, latihan fleksibilitas dapat disisipkan saat bekerja atau dalam kegiatan lainnya, seperti melakukan stretching saat sedang meeting. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu seseorang untuk mulai memasukkan latihan fleksibilitas ke dalam rutinitasnya. Memulai olahraga tidak harus dengan latihan berat; bagi pemula, intensitas latihan sebaiknya disesuaikan agar tubuh dapat beradaptasi dengan lebih baik.

Ketiga jenis latihan ini dapat menjadi bagian dari rutinitas olahraga dengan proporsi yang disesuaikan. Kardio, latihan kekuatan, dan fleksibilitas tidak perlu dilakukan dalam satu sesi yang sama, tetapi dapat diatur sesuai dengan kondisi dan kemampuan tubuh masing-masing.

Artikel Terkait