Lifestyle

Kunci Umur Panjang Natalie Groeger, Nenek 101 Tahun

Natalie Groeger, seorang nenek berusia 101 tahun, mengungkapkan kebiasaan makan dan gaya hidupnya yang diyakini berkontribusi pada umur panjangnya. Dari sarapan sehat hingga sikap optimis, ia membagik...

A
Ahmad Fauzan
24 October 2026 42 pembaca
Natalie Groeger, wanita berusia 101 tahun asal Brooklyn, New York, Amerika Serikat.(dok. Istimewa)
Natalie Groeger, wanita berusia 101 tahun asal Brooklyn, New York, Amerika Serikat.(dok. Istimewa)

Kebiasaan makan orang yang telah mencapai usia seratus tahun selalu menarik untuk dibahas. Natalie Groeger, yang kini berusia 101 tahun, mungkin menemukan rahasia umur panjangnya dalam menu makanan sehari-harinya. Lahir pada tahun 1925 di Brooklyn, New York, Groeger pernah bekerja sebagai operator telepon dan telah menjalani pernikahan selama 68 tahun. Saat ini, ia tinggal di panti jompo di Englewood, New Jersey, dikelilingi oleh anak, cucu, dan cicitnya. Ketika ditanya tentang resep panjang umurnya, ia memberikan jawaban yang sederhana.

“Saya tidak tahu. Kamu hanya perlu berpikiran sangat terbuka, dan kamu harus menerimanya apa adanya. Itu saja. Kamu harus menerima dan menikmati hidup,” ungkap Groeger.

Ritual Sarapan yang Sehat

Setiap pagi, Groeger memulai harinya dengan mengonsumsi buah bluberi. Menurut ahli diet, Samantha Cassetty, bluberi adalah salah satu buah paling sehat karena kaya manfaat, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 serta meningkatkan fungsi kognitif. Selain bluberi, ia juga menyukai apel yang baik untuk kesehatan jantung dan usus, serta alpukat yang bermanfaat untuk kulit dan pengendalian berat badan. Groeger mengaku tidak terikat pada diet tertentu dan merasa bebas untuk menikmati berbagai jenis makanan.

Camilan Favorit dan Aktivitas Fisik

Di luar buah-buahan, Groeger sangat menyukai cokelat hitam yang dianggap paling sehat oleh para ahli. Cokelat ini kaya akan senyawa fitokimia yang membantu melawan peradangan dan mencegah kanker. Menu sarapan andalannya meliputi telur goreng, muffin, dan daging babi asap, meskipun ia sadar bahwa makanan tersebut tidak selalu direkomendasikan oleh ahli gizi. Menurut Dr. Thomas Perls, direktur New England Centenarian Study, orang yang memiliki umur panjang sering kali mewarisi gen pelindung yang langka, yang membantu mereka terhindar dari penyakit terkait penuaan meskipun mengonsumsi makanan berlemak.

Sejak muda, Groeger sangat menyukai dansa dan pernah mengajari suaminya untuk menari. Mereka biasa menari di ruang tamu setiap Minggu setelah sarapan. Meskipun kini ia tidak bisa menari seperti dulu, ia tetap bergerak mengikuti irama sambil duduk. Penelitian menunjukkan bahwa menari tidak hanya baik untuk kesehatan jantung, tetapi juga dapat meningkatkan suasana hati dan keseimbangan serta mengurangi risiko demensia.

Hobi yang Menenangkan dan Sikap Positif

Sepanjang hidupnya, Groeger aktif merajut selimut dan sweter, sebuah keterampilan yang ia pelajari dari ibunya. Aktivitas ini ia hentikan beberapa tahun lalu karena masalah pada tangannya. Penelitian menunjukkan bahwa kerajinan tangan dapat memberikan ketenangan dan membantu mengelola rasa sakit kronis. Saat ini, ia lebih suka bermain solitair di gawai atau bermain kartu Canasta dengan teman-temannya, yang terbukti bermanfaat untuk menjaga fungsi kognitif di usia lanjut.

Groeger percaya bahwa kemampuan seseorang dalam mengelola stres sangat berpengaruh terhadap umur panjang. Ia mengaku tidak suka memikirkan masalah secara berlebihan, sehingga hidupnya terasa lebih ringan. Ia lebih memilih untuk bersikap ceria dan sering bercanda. Peneliti menemukan bahwa stres yang berlebihan dapat mengurangi harapan hidup, sementara ketahanan mental dapat memperlambat proses penuaan. Groeger selalu berusaha melihat sisi positif dalam setiap situasi, meskipun ia pernah mengalami masa-masa sulit. “Saya jelas seorang yang optimistis. Saya pikir semuanya akan baik-baik saja, meskipun saya pernah mengalami beberapa masa buruk dalam hidup,” katanya. Sikap positif seperti ini berhubungan erat dengan peningkatan harapan hidup, di mana orang yang optimis cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh dan kesehatan yang lebih baik.

Artikel Terkait