Kesehatan

Terapi Anti-Penuaan Berpotensi Perpanjang Usia Hidup hingga 25 Persen

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa terapi anti-penuaan dapat memperpanjang usia hidup hewan percobaan hingga 25 persen, dengan fokus pada protein peradangan interleukin-11.

K
Kartika Sari Dewi
13 June 2026 7 pembaca
Terapi Anti-Penuaan Berpotensi Perpanjang Usia Hidup hingga 25 Persen
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Upaya untuk memperlambat proses penuaan terus menjadi fokus utama para peneliti. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa terapi anti-penuaan tertentu dapat memperpanjang umur hewan percobaan hingga 25 persen. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature dan menginvestigasi peran protein peradangan yang dikenal sebagai interleukin-11 (IL-11), yang tingkatnya meningkat seiring bertambahnya usia.

Kadar IL-11 yang tinggi telah dikaitkan dengan peradangan kronis serta peningkatan risiko berbagai penyakit terkait penuaan. Temuan ini memberikan harapan baru untuk pengembangan terapi yang dapat memperlambat proses penuaan di masa depan.

Peran IL-11 dalam Proses Penuaan

Para peneliti menemukan bahwa kadar IL-11 meningkat secara alami seiring bertambahnya usia. Protein ini diketahui dapat memicu peradangan kronis yang berhubungan dengan sejumlah penyakit seperti kanker, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan demensia. Seorang dokter keluarga osteopatik bersertifikat, Joseph Mercola, menjelaskan bahwa peradangan kronis merupakan salah satu faktor utama yang mendorong penuaan. “Proses yang kami sebut sebagai inflammaging ini berada di pusat berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan usia,” ujarnya.

Mercola menambahkan bahwa seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami akumulasi kerusakan sel akibat racun lingkungan, proses metabolisme, dan keausan alami. Hal ini memicu sistem imun untuk memproduksi protein peradangan, termasuk IL-11. Respons ini awalnya berfungsi melindungi tubuh, namun seiring waktu dapat menjadi tidak terkontrol dan mempercepat proses penuaan.

Efektivitas Terapi Anti-IL-11

Dalam penelitian tersebut, tikus diberikan obat anti-IL-11 sejak usia 75 minggu, yang setara dengan sekitar 55 tahun dalam usia manusia, hingga akhir hidup mereka. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan; tikus jantan yang mendapatkan terapi mengalami peningkatan usia hidup rata-rata sebesar 22,5 persen, sedangkan tikus betina mencapai 25 persen dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menerima pengobatan.

Selain memperpanjang umur, tikus yang menjalani terapi juga menunjukkan penurunan angka kematian akibat kanker. Penyakit yang berhubungan dengan fibrosis, peradangan kronis, dan gangguan metabolisme juga ditemukan lebih rendah. Para peneliti juga mengamati peningkatan fungsi otot dan kondisi fisik yang lebih baik pada kelompok yang menerima terapi. Menariknya, efek samping yang muncul selama penelitian tergolong minimal.

Pentingnya Mengendalikan Peradangan

Menurut Mercola, menghambat IL-11 dapat membantu mengurangi berbagai sinyal peradangan yang mempercepat penuaan. “Dengan menghambat IL-11, para peneliti mampu menyeimbangkan kembali jalur-jalur penting dalam sel,” ungkapnya. Terapi ini berpotensi memperbaiki metabolisme, mengurangi penuaan sel, dan mengaktifkan kembali sejumlah proses biologis yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Menariknya, manfaat ini tidak hanya terlihat pada satu organ, tetapi pada berbagai sistem tubuh sekaligus, menunjukkan bahwa pengendalian peradangan kronis dapat memengaruhi banyak aspek penuaan secara bersamaan.

Meski hasil penelitian ini menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa terapi antibodi anti-IL-11 saat ini belum tersedia untuk manusia. “Pendekatan ini masih memerlukan uji klinis yang panjang untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya pada manusia,” kata Mercola.

Sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari penelitian ini, Mercola menyarankan masyarakat untuk fokus pada cara-cara yang telah terbukti efektif dalam mengurangi peradangan kronis, seperti menerapkan pola makan antiinflamasi, rutin berolahraga, mencukupi asupan vitamin D, dan menjaga gaya hidup sehat. Langkah-langkah sederhana ini tetap dianggap sebagai strategi terbaik untuk menjaga kesehatan dan memperlambat dampak penuaan dalam jangka panjang.

Artikel Terkait