Kesehatan

Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Kalsium yang Perlu Diwaspadai

Kalsium merupakan mineral penting yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, bukan hanya kesehatan tulang. Kekurangan kalsium dapat menunjukkan beberapa gejala yang sering kali diabaikan.

B
Bayu Triatma
14 June 2026 25 pembaca
Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Kalsium yang Perlu Diwaspadai
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kalsium dikenal luas sebagai mineral yang penting untuk kesehatan tulang. Namun, mineral ini juga memiliki peranan krusial dalam berbagai fungsi tubuh lainnya, termasuk otot, saraf, jantung, dan keseimbangan hormon. Akibatnya, kekurangan kalsium tidak selalu terlihat secara langsung melalui gejala seperti tulang rapuh atau patah tulang. Banyak kasus menunjukkan bahwa tubuh memberikan sinyal yang lebih halus yang sering kali terabaikan.

Ahli gizi Roxana Ehsani, M.S., RD, CSSD, LDN, menekankan bahwa kalsium adalah mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia dan memiliki banyak fungsi penting. "Kalsium penting untuk membangun dan menjaga kekuatan tulang serta gigi, sekaligus mendukung fungsi otot, sinyal saraf, pembekuan darah, dan pelepasan hormon," ungkap Ehsani.

Tanda-Tanda Kekurangan Kalsium

Berikut adalah beberapa tanda yang mungkin muncul ketika tubuh tidak mendapatkan cukup kalsium:

1. Otot Sering Kram atau Kejang

Jika Anda sering mengalami kram otot, hal ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh Anda kekurangan kalsium. Ahli gizi Elizabeth Ward, M.S., RDN menjelaskan bahwa kalsium diperlukan untuk proses kontraksi otot yang normal. "Kekakuan otot atau kejang dapat menjadi tanda kadar kalsium yang rendah," kata Ward. Kalsium berfungsi sebagai elektrolit yang mendukung kerja saraf dan otot. Ketika kadarnya menurun, saraf dapat menjadi lebih sensitif, yang mengakibatkan kram, kedutan, atau kejang otot.

2. Masalah Gigi yang Muncul Lebih Sering

Gejala seperti kram otot, kesemutan, dan masalah gigi bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan kalsium. Kesehatan gigi dapat mencerminkan kecukupan asupan kalsium. Menurut Ehsani, tanda-tanda seperti gigi rapuh, akar gigi yang melemah, atau gusi yang mudah teriritasi bisa menunjukkan kekurangan mineral ini. "Jika seseorang memiliki kesehatan gigi yang buruk, seperti gigi rapuh, akar gigi melemah, atau gusi yang mudah teriritasi, mereka mungkin tidak memenuhi kebutuhan kalsiumnya," jelas Ehsani. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sebagian besar struktur gigi terdiri dari kalsium fosfat yang berfungsi untuk menjaga kekuatan dan ketahanannya.

3. Kesemutan atau Mati Rasa

Perasaan kesemutan pada tangan, kaki, atau area sekitar mulut juga perlu diwaspadai. Ward menjelaskan bahwa kalsium berperan penting dalam fungsi saraf. "Kalsium terlibat dalam fungsi saraf, dan Anda mungkin merasakan kesemutan di tangan, kaki, atau sekitar mulut ketika kadar kalsium dalam darah tidak mencukupi," ujarnya. Kondisi ini terjadi karena rendahnya kadar kalsium dapat mengganggu sinyal listrik yang digunakan saraf untuk berkomunikasi dengan seluruh tubuh.

4. Detak Jantung yang Lebih Lambat dan Tekanan Darah Rendah

Kalsium juga berperan dalam menjaga fungsi jantung dan sirkulasi darah. Sebagai elektrolit, mineral ini membantu mengatur kontraksi jantung dan pergerakan darah ke seluruh tubuh. Ward menyatakan bahwa kadar kalsium yang rendah dapat memengaruhi ritme jantung normal. "Kalsium berperan dalam ritme jantung yang normal, dan detak jantung yang lebih lambat serta tekanan darah rendah bisa menjadi gejala hipokalsemia," katanya. Hipokalsemia adalah kondisi di mana kadar kalsium dalam darah berada di bawah batas normal.

5. Cedera Tulang Berulang

Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah cedera tulang yang terjadi berulang kali, terutama pada individu yang aktif berolahraga. Tubuh menyimpan sekitar 99 persen kalsium di dalam tulang. Ketika asupan kalsium tidak mencukupi, tubuh akan mengambil cadangan tersebut untuk menjaga kadar kalsium dalam darah tetap stabil. Ward menjelaskan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan penurunan massa tulang dalam jangka panjang. Ehsani menambahkan bahwa patah tulang berulang atau cedera akibat tekanan berulang bisa menjadi indikasi bahwa tubuh tidak mendapatkan cukup kalsium untuk mempertahankan kekuatan tulang.

Cara Meningkatkan Asupan Kalsium

Menurut Eating Well, kebutuhan kalsium tidak harus selalu dipenuhi melalui susu atau produk olahannya. Beberapa pilihan makanan yang dapat membantu meningkatkan asupan kalsium termasuk makanan yang diperkaya kalsium seperti susu kedelai, jus jeruk, dan sereal gandum utuh. Selain itu, tahu, sarden, dan salmon kalengan juga merupakan sumber kalsium yang baik. Bagi sebagian orang, suplemen kalsium yang mengandung vitamin D dapat menjadi pilihan tambahan karena vitamin D membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.

Karena gejala kekurangan kalsium sering kali mirip dengan kondisi kesehatan lainnya, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan penyebabnya. Pemeriksaan darah dapat membantu menentukan apakah kadar kalsium dalam tubuh masih berada dalam rentang normal.

Artikel Terkait