Setelah pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026, banyak siswa mengalami stres yang cukup tinggi. Dalam situasi ini, peran orangtua sangat krusial untuk membantu anak-anak mereka mengatasi tekanan yang dirasakan. Dengan dukungan yang tepat, anak-anak dapat lebih mudah beradaptasi dan mengelola emosi mereka.
Orangtua dapat mulai dengan menciptakan lingkungan yang nyaman di rumah. Hal ini termasuk menyediakan waktu untuk berbicara tentang pengalaman anak selama UTBK, serta mendengarkan perasaan dan kekhawatiran mereka. Selain itu, kegiatan seperti berolahraga bersama, melakukan hobi, atau sekadar bersantai di rumah dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi stres.
Psikolog menyarankan agar orangtua tidak hanya fokus pada hasil akademis, tetapi juga penting untuk memberikan pujian dan penguatan positif kepada anak. Dengan demikian, anak merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berusaha. Dalam hal ini, komunikasi yang terbuka antara orangtua dan anak sangat diperlukan agar anak merasa didukung dan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan.
Ke depannya, diharapkan orangtua dapat terus memantau perkembangan emosional anak dan memberikan dukungan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat belajar untuk mengelola stres dengan lebih baik, tidak hanya setelah UTBK, tetapi juga dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.