Menentukan jalur karier atau memilih jurusan kuliah sering kali menjadi tantangan yang rumit ketika individu terjebak dalam berbagai kemungkinan. Terlalu lama merenungkan pilihan justru dapat menambah rasa ragu dalam mengambil keputusan.
Pelatih pengambilan keputusan, Nell Wulfhart, menyarankan bahwa salah satu cara untuk mengatasi kebimbangan tersebut adalah dengan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menganalisis berbagai pilihan. Dalam wawancaranya dengan NPR, Nell menyatakan bahwa banyak orang menghabiskan waktu berlebihan untuk merenungkan keputusan yang harus diambil. “Sebagian besar orang membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengambil keputusan. Mereka terjebak dalam analisis,” ujarnya.
Cara Mengambil Keputusan dengan Lebih Yakin
Langkah pertama yang dapat diambil adalah menyusun daftar hal-hal yang dianggap penting dalam hidup, kemudian mengurutkannya berdasarkan prioritas. Nilai-nilai tersebut tidak harus selalu berupa prinsip moral atau tujuan besar, tetapi juga bisa hal-hal sederhana seperti waktu luang, kesehatan, atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Setelah itu, bandingkan pilihan yang ada dengan daftar prioritas tersebut. Pilihan yang paling sesuai dengan nilai-nilai pribadi dapat menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.
Langkah kedua adalah membayangkan kehidupan yang diinginkan dalam satu, lima, dan sepuluh tahun ke depan. Dengan menentukan gambaran tersebut, seseorang dapat menilai apakah pilihan yang ada mendukung tujuan jangka panjangnya. Misalnya, jika seseorang mendapatkan tawaran pekerjaan dengan gaji lebih tinggi namun memiliki keinginan untuk membangun bisnis sendiri, ia mungkin memilih untuk tetap di pekerjaan saat ini sambil menabung dan memulai bisnis, karena lebih sejalan dengan visi hidupnya dalam lima tahun mendatang.
Menangani Ketakutan dan Menghindari Penundaan
Ketakutan akan penyesalan sering kali membuat seseorang menunda keputusan, meskipun sudah memiliki informasi yang cukup. Nell menekankan bahwa banyak orang lebih menyesali waktu yang terbuang karena terlalu lama mempertimbangkan pilihan ketimbang keputusan yang ternyata kurang tepat. Namun, bukan berarti semua keputusan harus diambil secara terburu-buru. Keputusan yang berkaitan dengan keuangan, kesehatan, atau keselamatan tetap memerlukan pertimbangan yang matang.
Hal yang perlu dihindari adalah mengulang pertimbangan yang sama tanpa mendapatkan informasi baru yang dapat membantu memperjelas pilihan. Ia juga menyarankan agar seseorang mencoba pengalaman terkait pilihan yang sedang dipertimbangkan sebelum membuat komitmen besar, jika memungkinkan. Misalnya, seseorang yang ingin menjadi pekerja sosial dapat mencoba berpartisipasi dalam kegiatan sosial atau mengamati pekerjaan pekerja sosial terlebih dahulu.
Meminta pendapat dari terlalu banyak orang juga dapat mempersulit proses pengambilan keputusan. Nell merekomendasikan agar seseorang membatasi konsultasi untuk keputusan besar kepada tiga hingga lima orang yang dipercaya. Orang-orang tersebut sebaiknya memahami situasi, menghormati nilai-nilai pribadi, dan mampu memberikan masukan yang relevan. Terlalu banyak pendapat dari orang dengan prioritas berbeda dapat membuat individu kehilangan fokus terhadap kebutuhan dan tujuan pribadinya.
Penting untuk mempertimbangkan biaya peluang atau opportunity cost, yaitu kesempatan yang mungkin hilang ketika seseorang memilih satu pilihan dibandingkan pilihan lainnya. Misalnya, seseorang mungkin bertahan dalam pekerjaan yang tidak sesuai hanya karena telah menghabiskan bertahun-tahun di sana, padahal keputusan tersebut dapat menghalangi kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih sesuai dengan tujuan kariernya. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan informasi yang ada, memahami prioritas pribadi, dan menerima bahwa sebagian hasil baru akan diketahui setelah keputusan diambil.