News

Satgas Damai Cartenz Bantah Korban Penembakan OPM Agen Militer, Tegaskan Sudah 13 Tahun Jadi Sopir

S
Setya Tama
17 September 2026 66 pembaca
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya dan Batalyon B Satbrimobda Papua saat melakukan olah tempat kejadian perkara pada Rabu siang.
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya dan Batalyon B Satbrimobda Papua saat melakukan olah tempat kejadian perkara pada Rabu siang.

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz memastikan Ari Sanda atau Bapak Tasya, pria yang tewas dibunuh OPM, bukan merupakan agen militer. Korban diketahui bekerja sebagai sopir lajuran di jalur Trans Wamena-Nduga.


Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menegaskan bahwa Ari memang berprofesi sebagai sopir. Pekerjaan tersebut bahkan telah dijalaninya selama kurang lebih 13 tahun di jalur tersebut.


Penegasan itu disampaikan untuk membantah informasi yang menyebut korban merupakan anggota intel aparat keamanan yang bekerja dengan menyamar sebagai sopir.


”Kami bisa pastikan bahwa berita yang menyebut sopir lajuran itu merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” kata Yusuf pada Kamis (17/9/2026).



Satgas Dalami Rangkaian Penembakan


Setelah kejadian tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa penembakan terhadap korban.

Penyelidikan dilakukan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak yang terlibat.

Aparat juga mendalami kondisi korban yang ditemukan dalam keadaan hangus terbakar bersama mobilnya. Temuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang sedang ditelusuri oleh petugas.

Satgas memastikan proses penyelidikan tidak berhenti pada pemeriksaan lokasi kejadian. Upaya untuk mencari dan menangkap pelaku juga terus dilakukan.

”Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan ini,” ujar Yusuf.



Informasi Mengarah ke Kodap III Ndugama


Selain menyelidiki rangkaian penembakan, Satgas Operasi Damai Cartenz turut mendalami dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam kejadian tersebut.

Salah satu informasi yang diperoleh aparat di lapangan mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama. Kelompok itu disebut berada di sekitar lokasi ketika peristiwa terjadi.

Kodap III Ndugama merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Meski telah menerima informasi tersebut, Satgas belum menyimpulkan keterlibatan kelompok itu. Informasi yang diperoleh masih harus diperiksa dan diverifikasi lebih lanjut sebelum aparat mengambil kesimpulan.

”Memang ada informasi yang mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi, namun informasi tersebut masih harus kami dalami dan verifikasi lebih lanjut,” imbuhnya.


OPM Mengaku Bertanggung Jawab


Di tengah proses penyelidikan yang dilakukan aparat, Juru Bicara OPM Sebby Sambom menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas aksi penembakan terhadap Aris.

Sebby menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Panglima TPNPB OPM Kodap III Ndugama Brigjen Egianus Kogoya terkait peristiwa tersebut.

Namun, terdapat perbedaan keterangan mengenai status korban.

Pihak OPM menyebut korban sebagai agen militer yang bekerja sebagai sopir di jalur Trans Wamena-Nduga. Klaim tersebut berbeda dengan keterangan yang disampaikan Satgas Operasi Damai Cartenz.

"Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB telah menerima laporan resmi dari panglima TPNPB OPM Kodap III Ndugama Brigjen Egianus Kogoya bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan agen militer berprofesi sebagai tukang sopir di jalur trans Wamena-Nduga," ujar Juru bicara OPM, Sebby Sambom.



Satgas Tegaskan Korban Berprofesi sebagai Sopir


Satgas Operasi Damai Cartenz membantah klaim mengenai status korban sebagai agen militer.

Satgas menyatakan Ari Sanda merupakan sopir lajuran yang telah menjalani profesinya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut.

Sementara terkait dugaan keterlibatan Kodap III Ndugama dalam peristiwa penembakan, aparat masih melakukan pendalaman dan verifikasi terhadap informasi yang ditemukan di lapangan.

Penyelidikan juga terus dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian sekaligus mengejar pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.


sumber : https://nasional.kompas.com/read/2026/09/17/10533321/satgas-damai-cartenz-pastikan-sopir-lajuran-yang-dibunuh-opm-bukan-agen

Artikel Terkait