Kesehatan

Ruang Bermain sebagai Sarana Pengembangan Potensi Anak dan Remaja

Bermain tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi wadah bagi anak dan remaja untuk mengembangkan potensi diri. Hal ini terbukti melalui prestasi yang diraih oleh talenta muda Indonesia di...

A
Ahmad Fauzan
13 June 2026 6 pembaca
Ruang Bermain sebagai Sarana Pengembangan Potensi Anak dan Remaja
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Banyak orang tua seringkali memandang aktivitas bermain sebagai cara untuk mengisi waktu luang atau sekadar hiburan belaka. Namun, bagi sejumlah anak dan remaja, bermain dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi yang mungkin tidak terduga. Contoh nyata dari hal ini terlihat pada tiga talenta muda Indonesia yang berhasil meraih prestasi di ajang Pump It Up Dominion: Asia Pacific Tournament 2026 yang berlangsung di Korea Selatan. Dalam kompetisi tersebut, Indonesia berhasil mendapatkan Juara 1 untuk kategori Speed Female dan Juara 2 untuk kategori Speed Male, mengalahkan peserta dari enam negara di kawasan Asia Pasifik.

Keberhasilan yang Menginspirasi

CEO TEEG Indonesia, Naveen H, menyatakan bahwa sebagai perwakilan Timezone, pihaknya meyakini bahwa ruang bermain dapat berfungsi sebagai tempat untuk mengembangkan potensi diri. Keberhasilan Indonesia di ajang Pump It Up Dominion: Asia Pacific Tournament 2026 membuktikan bahwa ekosistem yang sehat antara komunitas, industri hiburan keluarga, dan individu yang berdedikasi dapat menghasilkan prestasi yang berkelas dunia. “Karena itu, kami akan terus mendukung komunitas dan menyediakan wadah positif bagi generasi muda untuk berkembang serta meraih prestasi," ujarnya dalam siaran resmi yang diterima pada Jumat (12/6).

Naveen menambahkan bahwa prestasi yang diraih menunjukkan bahwa aktivitas bermain tidak hanya berfokus pada kesenangan. Ketika dilakukan dengan konsisten dan didukung oleh lingkungan yang tepat, permainan dapat menjadi alat untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi diri. Dalam kompetisi ini, Indonesia diwakili oleh Chresko Willie (Willie) di kategori Speed Male, Rizki Arifa (Rifka) di kategori Speed Female, dan Muhammad Arwan (Awang) di kategori Freestyle. Ketiganya berhasil lolos setelah melewati serangkaian babak kualifikasi yang diikuti oleh ratusan peserta.

Pentingnya Aktivitas Bermain

Perjalanan para juara ini dimulai dari aktivitas yang sederhana. Willie pertama kali mengenal Pump It Up pada usia enam tahun di Timezone Supermal Karawaci, sedangkan Rifka mulai menekuni permainan ini di usia 17 tahun di Timezone Ambarrukmo Yogyakarta. Dari sekadar bersenang-senang, keduanya terus berlatih hingga akhirnya dipercaya untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional.

Menurut komunitas Pump It Up Indonesia, PIUVORIA, permainan ini tidak hanya menawarkan kesenangan, tetapi juga melatih fokus, koordinasi, ketangkasan, disiplin, dan kebugaran fisik. Melalui berbagai kegiatan komunitas, pertemuan, dan kompetisi yang rutin diadakan, para pemain memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Keberhasilan delegasi Indonesia di Korea Selatan juga mengingatkan kita bahwa ruang bermain dapat berfungsi sebagai tempat belajar yang menyenangkan. Ini bukan hanya sekadar tempat untuk menghabiskan waktu, tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan minat, dan menemukan potensi yang mungkin belum disadari sebelumnya.

“Bagi Timezone, pencapaian ini lebih dari sekadar kemenangan dalam kompetisi. Prestasi yang diraih oleh para pemain menunjukkan bahwa ruang bermain dapat menjadi tempat bagi anak-anak, remaja, dan komunitas lintas generasi untuk mengembangkan minat dan kemampuan mereka,” tutup Naveen.

Tak dapat dipungkiri, perjalanan menuju prestasi besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil. Seperti yang ditunjukkan oleh para juara Pump It Up Indonesia tahun ini, aktivitas bermain yang didukung oleh lingkungan positif dapat menjadi sarana belajar yang menyenangkan dan membuka jalan menuju pencapaian yang membanggakan.

Artikel Terkait