Teknologi

Politikus Singapura Memicu Kontroversi dengan Ancaman Terhadap Jalur Internet Indonesia

Calvin Cheng Ern Lee, seorang politikus asal Singapura, membuat heboh di media sosial dengan cuitan yang menunjukkan ketergantungan Indonesia pada jalur internet melalui Singapura. Cuitan tersebut mem...

D
Danendra Surya
28 October 2026 4 pembaca
Politikus Singapura Calvin Cheng Ern Lee ngetweet soal infografis yang menunjukkan ketergantungan pembangunan internet Indonesia dengan jalur Singapura. Foto: X/calvincheng
Politikus Singapura Calvin Cheng Ern Lee ngetweet soal infografis yang menunjukkan ketergantungan pembangunan internet Indonesia dengan jalur Singapura. Foto: X/calvincheng

Jakarta - Calvin Cheng Ern Lee, seorang politikus dari Singapura, telah menarik perhatian publik dengan sebuah cuitan yang kontroversial di platform X. Melalui akun @calvinelcheng, ia membagikan infografis yang menggambarkan ketergantungan pembangunan infrastruktur internet Indonesia terhadap jalur yang ada di Singapura. Cuitan ini diunggah pada 25 Oktober 2026 dan hanya mencantumkan kata "Cut (potong)?" sebagai pernyataan singkat. Saat berita ini ditulis, cuitan tersebut telah dilihat lebih dari 641.200 kali dan mendapatkan 314 komentar, sebagian besar dari pengguna Indonesia, namun ada juga tanggapan dari negara lain.

Reaksi dari netizen pun beragam. Salah satu pengguna menulis, "Sudah selesai memikirkan konsekuensinya? di zaman sekarang, orang akan langsung membeli Starlink jika tidak ada pilihan lain yang lebih konservatif." Pengguna lain menambahkan, "Selat Malaka harus ditutup oleh Indonesia, jadi seri." Ada juga yang bertanya, "Apakah Anda akan melakukannya jika kekuasaan itu ada di tangan Anda?"

Penjelasan Calvin Cheng

Di bawah cuitan tersebut, Cheng menambahkan penjelasan lebih lanjut yang menyatakan, "Kami adalah orang-orang beradab yang taat hukum. Tentu saja kami tidak akan melakukan hal ini." Dalam infografis yang ia unggah, Cheng mengklaim bahwa 90% lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura dan menekankan bahwa kunci dari konektivitas internet terletak pada pusat data, konektivitas cloud, dan kabel bawah laut. "Singapura adalah jalur utama Indonesia untuk internet global," tulisnya dalam infografis tersebut.

Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura

Dalam konteks yang lebih luas, Calvin Cheng juga menyoroti pentingnya menghormati perjanjian, terutama setelah Indonesia mengumumkan pemangkasan ekspor gas ke Singapura. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa pemangkasan tersebut disebabkan oleh pemeliharaan fasilitas gas pipa dan kebutuhan domestik yang meningkat. "Dan ini terjadi karena pertama adalah terjadi pemeliharaan, shutdown. Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik," ujarnya di Jakarta Pusat pada 26 Oktober 2026.

Ketika ditanya apakah pemangkasan tersebut terkait dengan konflik dengan Singapura, Bahlil menegaskan bahwa langkah tersebut murni disebabkan oleh dua faktor tersebut, tanpa ada niatan untuk memicu ketegangan.

Artikel Terkait