Selama masa liburan sekolah, banyak anak yang mengalami perubahan dalam jadwal tidur mereka. Banyak di antara mereka yang tidur lebih larut dan bangun lebih siang keesokan harinya. Meskipun durasi tidur mereka tampak mencukupi, para ahli mengingatkan bahwa hal ini tidak selalu menjamin kualitas tidur yang baik.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Endokrin Anak, dr. Faisal, Sp.A(K), M.Kes, yang juga merupakan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, menjelaskan melalui unggahan di akun Instagramnya bahwa perubahan jam tidur yang signifikan dapat memengaruhi jam biologis tubuh anak. Ia menekankan bahwa banyak orangtua yang beranggapan bahwa selama anak tidur dalam waktu yang cukup, tidak akan ada masalah kesehatan, meskipun jam tidurnya menjadi lebih larut.
Perubahan Jam Biologis dan Dampaknya
Dr. Faisal menjelaskan bahwa masalah utama bukan hanya anak tidur lebih larut, tetapi juga perubahan pada jam biologis tubuh mereka. "Kalau selama liburan anak tidur jam 11 malam, jam 12 malam, bahkan jam 1 pagi, ada satu hal yang sering luput disadari oleh orangtua. Banyak yang mengira selama durasi tidurnya cukup enggak ada masalah. Padahal belum tentu," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jika perubahan jam tidur terjadi hampir setiap hari, anak dapat mengalami kondisi yang dikenal sebagai social jetlag. "Social jetlag terjadi ketika jam biologis tubuh tidak lagi selaras dengan pola tidur dan aktivitas sehari-hari," jelasnya. Akibat dari kondisi ini, meskipun durasi tidur anak terlihat mencukupi, kualitas tidurnya dapat menurun.
Pentingnya Kualitas Tidur bagi Pertumbuhan Anak
Dr. Faisal menekankan bahwa saat anak tidur, tubuh mereka tetap melakukan berbagai proses penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Kualitas tidur harus dijaga, bukan hanya lamanya waktu tidur. "Yang terlihat memang anak sedang tidur, padahal tubuhnya sedang bekerja keras memperbaiki sel, memperkuat daya ingat, mengatur metabolisme, hingga mendukung pelepasan hormon pertumbuhan," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun anak diperbolehkan menikmati liburan, orangtua sebaiknya tetap menjaga konsistensi jam tidur dan bangun anak agar tidak bergeser terlalu jauh dari rutinitas saat sekolah. "Jadi selama liburan, silakan anak-anak menikmati waktu bermain, tetapi usahakan jam tidur dan jam bangun tidak bergeser sekitar satu jam dibandingkan hari sekolah," tutup dr. Faisal.