Kesehatan

Pertengkaran Sehat: Kunci Hubungan yang Harmonis

Banyak pasangan cenderung menghindari konflik karena takut hubungan mereka akan berakhir. Namun, perbedaan pendapat yang dihadapi dengan baik dapat memperkuat kualitas hubungan.

L
Luthfi Zaki Maulana
17 May 2026 13 pembaca
Pertengkaran Sehat: Kunci Hubungan yang Harmonis
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

KOMPAS.com - Banyak pasangan berusaha untuk menghindari pertengkaran karena khawatir hal tersebut dapat mengancam kelangsungan hubungan mereka. Namun, perbedaan pendapat antara dua individu adalah hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Ketakutan yang berkelanjutan atau usaha untuk menghindari perdebatan demi menjaga "kedamaian" hanya akan menguras energi. Psikolog Mark Travers menyatakan bahwa "mustahil ada pasangan yang menjalani hubungan tanpa pernah berselisih atau berbeda pandangan." Dia menambahkan bahwa banyak penelitian menunjukkan bahwa konflik yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan kualitas hubungan secara signifikan.

Namun, kemampuan untuk menyelesaikan masalah bukanlah keterampilan yang secara otomatis dimiliki oleh setiap orang. Berikut adalah tiga manfaat utama dari pertengkaran yang sehat bagi kelangsungan hubungan jangka panjang.

1. Meningkatkan Kejujuran dan Kejelasan dalam Komunikasi

Sebuah contoh bisa diambil ketika pasangan melanggar batasan, seperti melontarkan lelucon pribadi di depan teman-teman yang membuat salah satu pihak merasa tersinggung. Jika salah satu pasangan hanya diam dan kemudian meledak dengan menuduh yang lainnya tidak menghargai, situasi ini akan membuat pasangan merasa diserang dan langsung membela diri. Travers menjelaskan bahwa "percakapan pun dengan cepat berubah menjadi ajang debat soal niat versus dampak, dan soal siapa yang 'terlalu sensitif.' Namun, akar masalah, yaitu bagaimana tindakan satu pihak melukai perasaan pihak lain, justru tidak pernah benar-benar dibahas." Oleh karena itu, lebih baik jika teguran disampaikan dengan jelas, jujur, dan tenang, agar pasangan dapat memahami dan memperbaiki sikapnya di masa mendatang.

2. Menghilangkan Potensi Dendam yang Tersembunyi

Misalnya, jika pasangan memiliki pandangan berbeda mengenai rencana liburan akhir pekan, di mana satu pihak ingin bersantai di rumah dan yang lainnya ingin bertemu teman-teman, jika salah satu pihak mengalah tetapi tetap bersikap dingin, maka masalah tersebut tidak akan pernah teratasi. Manipulasi emosional sering kali terjadi tanpa disadari dan dapat menyebabkan perasaan bersalah, bingung, hingga kehilangan kepercayaan diri. Emosi negatif yang terpendam ini dapat meledak di kemudian hari sebagai "amunisi" dalam pertengkaran berikutnya. Mencari solusi dengan saling mendengarkan dan memahami akan membantu pasangan untuk saling menghargai.

3. Memahami Kebutuhan Emosional Melalui Kerentanan

Ketika seseorang merasa diabaikan karena kesibukan kerja, menyindir pasangan hanya akan terdengar seperti kritik yang menyakitkan. Biasanya, pasangan akan langsung membela diri daripada berempati. Pendekatan yang lebih baik adalah dengan fokus pada apa yang sebenarnya dibutuhkan, bukan menyerang karakter pasangan. Sampaikan bahwa kamu merindukannya dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama agar kedekatan dapat terjalin kembali. Travers menekankan bahwa perdebatan dapat memperkuat hubungan jika kedua belah pihak bersedia peka terhadap kerentanan masing-masing.

Dia menambahkan, "Bila dikelola dengan baik, konflik justru menjadi cara terbaik untuk menyelami isi hati pasangan. Hal ini dapat menunjukkan apa yang sebenarnya berharga bagi mereka, hal-hal yang menyinggung perasaan mereka, serta tindakan yang dapat membuat mereka merasa lebih aman." Seiring waktu, kebiasaan positif ini akan membantu kedua belah pihak untuk saling memahami karakter masing-masing dengan lebih mendalam, yang pada akhirnya akan menjaga hubungan asmara tetap harmonis.

Artikel Terkait