Kesehatan

Perjalanan Awa Menjadi Pelari Plus Size, Buktikan Siapa Saja Bisa Berlari

Awa Hadiyani Rasyid menunjukkan bahwa olahraga lari dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang bentuk tubuh. Ia memulai rutinitas berlari untuk hidup lebih sehat dan ingin menginspirasi orang la...

N
Nathania Gabriella Wardani
30 June 2026 59 pembaca
Perjalanan Awa Menjadi Pelari Plus Size, Buktikan Siapa Saja Bisa Berlari
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Bagi Awa Hadiyani Rasyid, berlari bukan hanya sekadar aktivitas fisik, melainkan juga cara untuk menjalani hidup yang lebih sehat, melatih konsistensi, dan menikmati setiap proses yang dilalui. Perempuan berusia 20-an ini mulai berlari secara rutin sejak Februari 2025. Sebagai pelari plus size, Awa berharap pengalamannya dapat memotivasi lebih banyak orang untuk memulai olahraga tanpa menunggu memiliki tubuh yang dianggap ideal.

Awa menyampaikan, "Jangan tunggu merasa lebih kurus dulu baru mulai. Semua orang punya titik mulainya masing-masing," saat berbicara mengenai pengalamannya dalam berlari.

Awal Mula Ketertarikan Berlari

Awa mengungkapkan bahwa ia mulai mengenal olahraga lari pada pertengahan 2024, meski saat itu belum melakukannya secara konsisten. Setelah bergabung dengan kelompok latihan Gantarvelocity pada Februari 2025, ia mulai membangun rutinitas berlari yang lebih terarah. Motivasi awalnya sederhana; ia merasa perlu bergerak lebih banyak karena sejak kecil suka mencoba berbagai jenis makanan. "Akhirnya aku cari aktivitas yang bisa dilakukan sendiri dan di mana saja. Mulainya dari jalan cepat dulu, lama-lama makin cepat sampai akhirnya bisa lari," ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, tujuan berlari Awa pun berkembang. Awalnya hanya untuk menjaga kesehatan, kini ia merasa bahwa lari juga mengajarkannya tentang kesabaran, konsistensi, dan pentingnya meluangkan waktu untuk diri sendiri.

Latihan Rutin dan Manfaat yang Dirasakan

Di tengah kesibukannya bekerja secara hybrid, Awa tetap menyempatkan diri untuk berlatih lima kali dalam seminggu dengan program latihan yang bervariasi setiap harinya. Ia melakukan easy run, recovery run, tempo atau speed run, long run, serta strength training sebagai pelengkap. Ketika semangatnya menurun, Awa memiliki cara sederhana untuk kembali bersemangat. "Aku biasanya tetap datang saja dulu ke GBK sesuai jadwal. Nanti kalau lihat orang-orang lagi lari, biasanya ikut tergerak buat latihan," ungkapnya.

Manfaat yang dirasakan Awa sejak rutin berlari tidak hanya terbatas pada kebugaran fisik. Ia merasa tubuhnya lebih ringan, tidak mudah kehabisan napas saat naik turun tangga, dan kualitas tidurnya pun meningkat. "Dulu aku cukup susah tidur, sering baru bisa tidur setelah jam satu malam. Sekarang tidur jadi jauh lebih berkualitas. Yang paling penting, aku juga merasa lebih bahagia," tambahnya.

Konsistensinya dalam berlatih juga membawanya untuk mengikuti berbagai ajang lari. Hingga saat ini, Awa telah menyelesaikan 14 event, termasuk satu half marathon, tujuh lomba 10 kilometer, dan enam lomba 5 kilometer.

Keterlibatan dalam Komunitas Lari

Sebagai pelari plus size dengan tinggi 153 sentimeter dan berat 74 kilogram, Awa merasakan bahwa komunitas lari di Indonesia semakin inklusif. Ia mendapatkan banyak dukungan dari komunitas lari dan sesama pelari di media sosial. Meskipun demikian, Awa mengamati bahwa masih ada anggapan bahwa seseorang harus kurus sebelum mulai berlari. "Kalau dilakukan secara seimbang, termasuk dibarengi strength training, orang dengan berbagai ukuran tubuh tetap bisa menikmati lari dengan aman dan nyaman," jelasnya.

Ia juga melihat semakin banyak komunitas lari yang mengadakan latihan bersama secara gratis, membuka kesempatan bagi siapa saja untuk berolahraga tanpa merasa dihakimi.

Pentingnya Memulai Tanpa Ragu

Awa mengingat kembali rasa tidak percaya diri yang pernah ia alami saat pertama kali berlari. Namun, pengalaman itu mengajarkannya bahwa sebagian besar pelari lebih fokus pada latihan mereka sendiri daripada memperhatikan orang lain. "Tidak harus langsung jauh, tidak harus langsung cepat. Mulai dari jalan kaki atau jalan cepat pun itu sudah menjadi kemenangan kecil untuk diri sendiri," pesannya kepada mereka yang masih ragu untuk memulai berlari.

Artikel Terkait