Ketika melihat berbagai botol parfum di toko, sering kali kita menemukan label Eau de Parfum dan Eau de Toilette yang bisa membingungkan. Meskipun keduanya tampak mirip, sebenarnya terdapat perbedaan signifikan yang memengaruhi karakteristiknya saat digunakan.
Konsentrasi dan Ketahanan Aroma
Perbedaan utama antara Eau de Parfum dan Eau de Toilette terletak pada tingkat konsentrasi dan kedalaman aromanya. Secara umum, konsentrasi Eau de Toilette berkisar antara 8 hingga 12 persen. Di sisi lain, Eau de Parfum memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, yaitu antara 12 hingga 18 persen, meskipun angka ini dapat bervariasi tergantung merek.
Karena Eau de Parfum memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, daya tahan aromanya juga lebih lama saat disemprotkan dan menempel di kulit. "Karena cairannya hadir dalam konsentrasi yang lebih tinggi, daya tahan aromanya sering kali akan berubah, dan peningkatan keawetan ini akan mengubah bagaimana parfum tersebut berkembang di kulit sepanjang hari," ungkap seorang ahli di bidang parfum.
Karakter Aroma yang Berbeda
Menariknya, Eau de Parfum dan Eau de Toilette dari merek yang sama tidak selalu memiliki aroma yang identik. Formula parfum sering kali disesuaikan dengan konsentrasinya. Misalnya, produk dari Diptyque menunjukkan bahwa Eau de Parfum bukan sekadar versi pekat dari Eau de Toilette, melainkan merupakan interpretasi baru dari formula aslinya. Pada Eau de Toilette, mungkin terdapat perpaduan seimbang dari berbagai aroma, sedangkan Eau de Parfum lebih menonjolkan satu aroma tertentu.
"Dalam merek parfum klasik, misalnya, sering kali aromanya tidak sama. Keduanya memiliki tema sentral yang sama, tetapi proporsi aroma awal, tengah, dan akhir mungkin diracik secara berbeda," jelas seorang pembuat parfum. Oleh karena itu, Eau de Toilette biasanya terasa lebih ringan dan segar, cocok untuk dipakai di siang hari atau di lingkungan kantor, sedangkan Eau de Parfum yang lebih kaya dan tahan lama lebih pas digunakan pada malam hari atau saat cuaca dingin.
Kategori Parfum Lainnya
Selain kedua jenis tersebut, terdapat juga kategori parfum lain seperti Eau de Cologne yang lebih ringan dengan konsentrasi wewangian hanya dua hingga empat persen. Ada pula Eau Fraiche yang lebih ringan lagi, dengan konsentrasi satu hingga tiga persen, serta menggunakan bahan dasar air alih-alih alkohol. Di sisi lain, Pure Parfum menawarkan konsentrasi tertinggi hingga 40 persen, yang minim alkohol sehingga tidak mudah mengiritasi kulit dan memiliki daya tahan aroma yang lebih lama, meskipun harganya lebih mahal.
Seperti produk kosmetik lainnya, parfum juga memiliki masa kedaluwarsa yang bervariasi tergantung pada merek, jenis aroma, dan cara penyimpanannya. Jika parfum telah berubah warna atau aromanya menjadi asam, kemungkinan besar produk tersebut sudah teroksidasi dan harus dibuang. Untuk menjaga agar parfum tetap awet, simpanlah di tempat yang sejuk dan gelap, serta hindari menempatkan botol di kamar mandi karena paparan uap air dapat merusaknya.