Kesehatan

Peran Vitamin C dalam Meningkatkan Penyerapan Zat Besi untuk Mencegah Anemia

Vitamin C memiliki peran penting dalam meningkatkan penyerapan zat besi yang dikonsumsi, sehingga dapat membantu mencegah anemia pada anak-anak. Pentingnya kombinasi antara kedua nutrisi ini perlu dip...

A
Angelica Putri Wijaya
16 July 2026 73 pembaca
Peran Vitamin C dalam Meningkatkan Penyerapan Zat Besi untuk Mencegah Anemia
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Banyak orang tua berusaha memberikan makanan yang kaya akan zat besi untuk mencegah kekurangan nutrisi pada anak-anak mereka. Namun, sering kali mereka tidak menyadari bahwa tidak semua zat besi yang dikonsumsi dapat diserap dengan baik oleh tubuh. Di sinilah vitamin C berperan penting.

Ketika dikonsumsi bersamaan dengan zat besi, vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi, sehingga tubuh dapat memanfaatkan nutrisi tersebut secara optimal. Menurut pakar gizi Dr. dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi, "Untuk memenuhi asupan zat besi yang optimal, dapat dilakukan dengan memberikan asupan gizi seimbang yang banyak bersumber dari protein hewani yang kaya zat besi. Selain itu, untuk memaksimalkan penyerapan zat besi dalam tubuh, juga dibutuhkan vitamin C."

Kombinasi Makanan untuk Penyerapan yang Lebih Baik

Konsumsi zat besi yang dipadukan dengan vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga dua kali lipat. Makanan yang kaya akan vitamin C sebaiknya dikonsumsi sebelum makan, karena kondisi asam dalam tubuh dapat mempermudah penyerapan zat besi. Oleh karena itu, disarankan untuk mengombinasikan sumber zat besi dengan makanan yang kaya vitamin C, seperti bubur atau nasi tim dengan daging sapi dan brokoli, sereal atau susu pertumbuhan yang difortifikasi zat besi dengan buah jambu biji atau jeruk, serta tumis daging dengan paprika merah.

Faktor Penghambat Penyerapan Zat Besi

Di sisi lain, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi, seperti teh, kopi, dan cokelat, yang mengandung tanin tinggi. Menghindari konsumsi makanan tersebut bersamaan dengan sumber zat besi sangat disarankan.

Anemia defisiensi besi masih menjadi isu yang serius, terutama selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, 27,7 persen ibu hamil dan 23,8 persen anak balita mengalami anemia. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Danone Indonesia memperkuat kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan yang berperan dalam pemenuhan nutrisi pada awal kehidupan, untuk menekankan pentingnya kesadaran, edukasi, dan skrining dalam membantu anak mencapai potensi optimalnya. Healthcare Nutrition Director Danone Indonesia, Vera Saw, menekankan bahwa pencegahan anemia defisiensi besi sejak dini merupakan salah satu prioritas Danone Indonesia dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan menciptakan generasi yang kuat dan berdaya saing.

Dalam upaya mengatasi anemia defisiensi besi, Danone Indonesia berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan semua pihak yang berfokus pada nutrisi dan kesehatan di awal kehidupan. Pada tahun 2026, Danone Indonesia akan melanjutkan komitmen pencegahan anemia defisiensi besi berbasis komunitas bersama Ikatan Bidan Indonesia, melalui kegiatan yang mengintegrasikan edukasi gizi dan skrining dini risiko anemia defisiensi besi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak di RPTRA CERIA, Jakarta Barat.

Artikel Terkait